
Berita buatan AI makin mendominasi, ‘think tank’ Inggris desak pemerintah susun aturan

Ilustrasi. (Solen Feyissa on Unsplash)
Ekosistem berita berubah secara fundamental saat perangkat AI dengan cepat menjadi gerbang utama bagi masyarakat untuk mengakses berita.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah wadah pemikir (think tank) Inggris mengemukakan kekhawatiran mengenai kesehatan lingkungan berita berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menyerukan keterlibatan pemerintah dalam pengembangan aturan, termasuk pembayaran yang adil dan pengungkapan sumber secara transparan untuk berita-berita yang dihasilkan oleh AI.
Dalam laporan yang dirilis pada pekan ini, Institute for Public Policy Research (IPPR) mengungkapkan perangkat AI dengan cepat menjadi gerbang utama bagi masyarakat untuk mengakses berita, yang secara fundamental mengubah ekosistem berita.
Namun, menurut laporan itu, seiring perusahaan-perusahaan AI utama menjelma sebagai "penjaga gerbang" baru di internet, yang mengontrol cara warga mengakses informasi dan mengubah persepsi publik, beberapa outlet berita resmi, seperti BBC News, dinilai belum dikutip secara memadai oleh sejumlah perangkat AI terkemuka, termasuk ChatGPT dan Google Gemini.
Wadah pemikir itu memperingatkan bahwa "penggunaan beberapa outlet secara tidak proporsional dibandingkan yang lain berisiko mempersempit cakupan perspektif yang diterima pengguna, berpotensi memperkuat sudut pandang atau agenda tertentu tanpa sepengetahuan pengguna". Oleh karena itu, wadah pemikir itu menguraikan tiga rekomendasi kebijakan utama untuk mewujudkan lingkungan berita AI yang sehat.
Pertama, wadah pemikir itu menyampaikan pemerintah harus mewajibkan perusahaan-perusahaan AI untuk membayar berita yang mereka gunakan, dengan menetapkan pembayaran yang adil dan perjanjian lisensi kolektif yang memastikan keterlibatan berbagai penerbit.
Kedua, wadah pemikir itu merekomendasikan perusahaan-perusahaan AI harus memperkenalkan "label nutrisi" yang jelas dan terstandardisasi untuk berita AI, agar masyarakat dapat mengetahui sumber jawaban AI dan bagaimana konten tersebut dihasilkan.
Ketiga, wadah pemikir itu menyerukan pemerintah agar memanfaatkan pendanaan publik untuk melindungi berita independen di era AI.
Laporan itu menggarisbawahi bahwa tindakan cepat dari pemerintah sangat penting untuk membangun lingkungan berita AI yang sehat sebelum terlambat mencegah kerusakan lebih lanjut pada ekosistem berita.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Huawei berencana kembangkan 50.000 talenta TIK di Asia Selatan
Indonesia
•
06 Apr 2023

Dubes Lu Kang: China-Indonesia cita-citakan komunitas bersama
Indonesia
•
14 Nov 2022

Perjalanan jauh ke Gontor
Indonesia
•
10 May 2021

COVID-19 – Layanan psikologis Saudi terima lebih dari 20.000 konsultasi selama pandemik
Indonesia
•
25 Aug 2020


Berita Terbaru

Minum kopi khop serentak dengan lebih dari 2.000 peserta cetak rekor MURI di HUT ke-438 Kota Meulaboh
Indonesia
•
13 Oct 2026

Feature – 50 juta eksemplar per tahun pada era kejayaan, komik Hong Kong kini mencari jalan bangkit
Indonesia
•
13 Oct 2026

Fokus Berita – Gempa 7,7 guncang Panama, lebih dari 40 gempa susulan picu kepanikan
Indonesia
•
11 Oct 2026

Feature – Lelah dengan hidup serba cepat? ‘Forest therapy’ bantu tenangkan diri, turunkan tekanan darah
Indonesia
•
11 Oct 2026
