
Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza

Pasien Palestina beserta pendamping mereka menunggu di luar gedung Palang Merah Palestina di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 2 Februari 2026, ketika bersiap keluar dari Gaza melalui perlintasan Rafah untuk mendapatkan perawatan medis. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Pembukaan kembali Rafah secara terbatas memungkinkan beberapa pasien Gaza dan pendamping mereka bisa langsung menuju Mesir, sementara yang lain perlu transit melalui perlintasan Kerem Shalom yang dikendalikan Israel.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (2/2) menyerukan agar lebih banyak negara menerima pasien dari Gaza setelah dibukanya kembali perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza dan Mesir.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan warga sipil harus diizinkan untuk keluar dan kembali secara sukarela dan aman, sebagaimana dipersyaratkan oleh hukum internasional. OCHA juga menambahkan bahwa pada akhirnya, pasokan bantuan kemanusiaan yang esensial harus masuk dalam jumlah yang cukup dan dengan pembatasan yang lebih longgar melalui Rafah maupun perlintasan lainnya.
Dikatakan OCHA, lebih dari 18.500 pasien, termasuk 4.000 anak-anak, menunggu evakuasi medis dari Gaza untuk mendapatkan perawatan yang tidak tersedia secara lokal. Pilihan yang paling efektif adalah melanjutkan rujukan ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan merehabilitasi fasilitas kesehatan yang rusak di Gaza.
"Sampai hal itu terjadi, OCHA menyerukan kepada negara-negara anggota agar menerima lebih banyak pasien sehingga setiap orang menerima perawatan yang mereka butuhkan," kata badan PBB tersebut.
Lebih lanjut OCHA mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung upaya evakuasi medis dari Gaza. Pembukaan kembali Rafah secara terbatas memungkinkan beberapa pasien dan pendamping mereka bisa langsung menuju Mesir, sementara yang lain perlu transit melalui perlintasan Kerem Shalom yang dikendalikan Israel.
Program Pembangunan PBB (UNDP) melapor siap menyediakan transportasi bus bagi para pengungsi yang kembali dari pos pemeriksaan Rafah ke Rumah Sakit Nassar di Khan Younis, tempat OCHA dan mitra-mitranya mendirikan area penerimaan, demikian menurut OCHA.
"Meja resepsionis dilengkapi dengan psikolog dan spesialis perlindungan serta menyediakan makanan, materi informasi, dan konektivitas internet untuk memberikan dukungan dan rujukan langsung kepada orang-orang yang kembali sehingga mereka dapat mengakses layanan penting sesuai kebutuhan," papar OCHA.
Badan PBB tersebut juga mengatakan tetap prihatin atas dampak serangan berkelanjutan terhadap warga sipil di Gaza.
Menyusul laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza tentang puluhan korban jiwa selama akhir pekan, OCHA mengatakan tim-tim kemanusiaan sedang mengevaluasi kerusakan dan kebutuhan mendesak di kalangan warga sipil. Lebih dari 20 keluarga mengalami kerusakan tempat tinggal akibat serangan yang mengenai target di dekat tempat tinggal mereka. PBB dan mitra-mitranya telah menyediakan bahan-bahan untuk mendirikan tempat tinggal sementara dan barang-barang esensial lainnya bagi keluarga-keluarga tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Korban gempa Turkiye jalani Ramadhan dalam suasana duka
Indonesia
•
28 Mar 2023

Otoritas: Kebakaran gedung di China timur disebabkan penggunaan api secara ilegal
Indonesia
•
25 Jan 2024

Rata-rata angka harapan hidup warga China capai 79,25 tahun pada 2025
Indonesia
•
08 Mar 2026

Eropa: Pembatasan perjalanan bagi pelancong China "secara ilmiah tak dibenarkan"
Indonesia
•
03 Jan 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
