
Sekjen PBB serukan upaya jadikan 2025 sebagai "awal yang baru" dalam pesan Tahun Baru

Anak-anak Palestina yang mengungsi bermain di sebuah tempat penampungan di Gaza City pada 9 Desember 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Pakta untuk Masa Depan (Pact for the Future), yang diadopsi pada September tahun ini, "merupakan dorongan baru" untuk membangun perdamaian melalui pelucutan senjata dan pencegahan, mereformasi sistem keuangan global, dan tetap berpegang pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hak asasi manusia, hukum internasional, dan Piagam PBB.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (30/12) menyerukan agar menjadikan 2025 sebagai "awal yang baru" dalam pesannya untuk Tahun Baru."Sepanjang 2024, harapan sulit ditemukan. Perang menyebabkan penderitaan, kesengsaraan, dan pengungsian yang sangat berat. Ketimpangan dan perpecahan merajalela, memicu ketegangan dan ketidakpercayaan," kata Guterres.Dia mengatakan bahwa dunia baru saja melewati satu dekade dengan suhu panas yang mematikan, dan 10 tahun terpanas yang tercatat terjadi dalam 10 tahun terakhir, termasuk 2024."Ini adalah kerusakan iklim, yang terjadi secara waktu nyata," tegas Guterres. "Kita harus keluar dari jalan menuju kehancuran ini, dan kita tidak punya waktu untuk menunda."Sang sekjen PBB mendesak negara-negara untuk membawa dunia ke jalur yang lebih aman dengan memangkas emisi secara dramatis, dan mendukung transisi menuju masa depan yang terbarukan. "Hal ini sangat penting dan sangat mungkin dilakukan," imbuhnya."Bahkan di situasi yang paling sulit, saya melihat harapan yang mendorong perubahan," kata Guterres, seraya memuji para aktivis yang menyuarakan kemajuan, serta para pahlawan kemanusiaan yang mengatasi rintangan besar untuk mendukung orang-orang yang paling rentan.Sang sekjen PBB mengatakan dia juga melihat harapan pada negara-negara berkembang yang berjuang untuk keadilan finansial dan iklim.Dia menekankan bahwa Pakta untuk Masa Depan (Pact for the Future), yang diadopsi pada September tahun ini, "merupakan dorongan baru" untuk membangun perdamaian melalui pelucutan senjata dan pencegahan, mereformasi sistem keuangan global, dan tetap berpegang pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hak asasi manusia, hukum internasional, dan Piagam PBB."Tidak ada jaminan untuk apa yang akan terjadi di tahun 2025. Namun, saya berjanji mendukung semua pihak yang berupaya mewujudkan masa depan yang lebih damai, setara, stabil, dan sehat bagi semua orang," kata Guterres."Bersama-sama, kita dapat menjadikan 2025 sebagai awal yang baru," kata sang sekjen PBB. "Bukan sebagai dunia yang terpecah, melainkan sebagai bangsa-bangsa yang bersatu."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pengadilan Korsel tolak permintaan pembebasan Presiden Yoon
Indonesia
•
17 Jan 2025

Israel siaga tinggi, perang dengan Iran bisa meletus di tengah negosiasi nuklir AS–Iran
Indonesia
•
19 Feb 2026

Majelis Kesehatan Dunia kembali tolak proposal terkait Taiwan
Indonesia
•
20 May 2025

China konfirmasi masuknya benda udara sipil ke wilayah udara AS secara tak sengaja
Indonesia
•
04 Feb 2023


Berita Terbaru

Arab Saudi tetapkan atase militer Iran dan 4 diplomat lainnya sebagai 'persona non grata'
Indonesia
•
22 Mar 2026

Pemerintahan Trump gugat Universitas Harvard atas dugaan antisemitisme setelah negosiasi buntu
Indonesia
•
21 Mar 2026

Idul Fitri 1447H– Feature: Tanpa kegembiraan dan keluarga besar, pengungsi Lebanon rayakan Idul Fitri dalam bayang-bayang konflik
Indonesia
•
21 Mar 2026

Trump pertimbangkan untuk "kurangi secara bertahap" serangan terhadap Iran
Indonesia
•
21 Mar 2026
