
OpenAI rilis GPT-5.4 dengan peningkatan kemampuan penalaran, pengodean, dan agen AI

Sebuah logo AI terlihat dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona, Spanyol, pada 6 Maret 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Model GPT-5.4 mengintegrasikan kemajuan terbaru dalam penalaran, pengodean, dan alur kerja, dengan mengembangkan kemampuan dari GPT-5.3-Codex.
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – OpenAI pada Kamis (5/3) mengumumkan peluncuran GPT-5.4, model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru yang dirancang untuk tugas-tugas profesional.
Perusahaan AI asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengatakan model GPT-5.4 mengintegrasikan kemajuan terbaru dalam penalaran, pengodean, dan alur kerja, dengan mengembangkan kemampuan dari GPT-5.3-Codex.
OpenAI juga memperkenalkan GPT-5.4 Pro, yang disebut sebagai versi yang lebih kuat untuk menangani tugas-tugas kompleks.
Menurut perusahaan itu, GPT-5.4 meningkatkan kinerja dalam spreadsheet, presentasi, dan dokumen, memungkinkan penyelesaian pekerjaan profesional secara lebih efisien. Model tersebut juga mendukung pemrosesan konteks yang lebih besar serta integrasi pencarian web yang lebih baik.
Versi GPT-5.4 Thinking di ChatGPT dapat memaparkan alur penalarannya sebelum memberikan jawaban akhir, sehingga pengguna dapat menyesuaikan instruksi selama proses respons berlangsung. Model ini juga mampu mengenali elemen antarmuka dari tangkapan layar, sehingga dapat melakukan operasi menggunakan tetikus dan kibor di berbagai perangkat lunak.
Dalam uji benchmark, GPT-5.4 mengungguli model-model sebelumnya. Model ini menyamai atau melampaui profesional industri dalam 83 persen perbandingan GDPval serta memperoleh skor lebih tinggi daripada pendahulunya dalam uji kemampuan pengodean, ungkap OpenAI.
Model tersebut juga memiliki akurasi faktual yang lebih baik dan lebih kecil kemungkinannya menghasilkan informasi yang keliru dibandingkan GPT-5.2.
GPT-5.4 tersedia bagi pengguna ChatGPT Plus, Team, dan Pro, serta bagi para pengembang melalui API. OpenAI berencana menghentikan penggunaan GPT-5.2 Thinking secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Meskipun biaya per token lebih tinggi, efisiensi token yang lebih baik dapat menurunkan biaya keseluruhan dalam beberapa skenario, kata perusahaan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Migrasi manusia dari Afrika ke Nusantara diduga lewat jaringan sungai purba Paparan Sunda
Indonesia
•
01 Jun 2026

Populasi langur kepala putih yang terancam punah di China meningkat jadi 1.400
Indonesia
•
27 Feb 2023

Feature – Konservasi lahan basah tingkatkan perlindungan burung migran di China Barat Laut
Indonesia
•
12 Feb 2025

Sistem prakiraan badai debu terbaru mampu tingkatkan produksi energi surya
Indonesia
•
21 Apr 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Teknologi genetik dan kolaborasi medis dengan China buka harapan bagi pasien penyakit langka di Indonesia
Indonesia
•
28 Oct 2026

Fokus Berita – Era robot buka karier baru di China: Teknisi AI hingga insinyur digital
Indonesia
•
28 Oct 2026

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026
