
OPEC turunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026

Foto yang diabadikan pada 5 September 2022 ini menunjukkan kantor pusat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Austria. (Xinhua/Wang Zhou)
Permintaan minyak di negara-negara anggota OECD diperkirakan naik sekitar 100.000 bph (yoy) pada 2026.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) pada Rabu (13/5) mengumumkan bahwa permintaan minyak global diproyeksikan tumbuh "solid" sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) secara tahunan (year on year/yoy) pada 2026, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.
OPEC menyampaikan proyeksi tersebut dalam laporan pasar minyak bulanan terbarunya. Menurut proyeksi OPEC pada April, permintaan minyak global pada 2026 diperkirakan meningkat sebesar 1,4 juta bph (yoy).
Pada 2027, permintaan minyak global diperkirakan naik sekitar 1,5 juta bph (yoy), mencerminkan revisi ke atas sekitar 200.000 barel per hari dibandingkan dengan proyeksi OPEC pada April.
Dari perspektif regional, permintaan minyak di negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) diperkirakan naik sekitar 100.000 bph (yoy) pada 2026. Sementara itu, di negara-negara non-OECD, permintaannya diproyeksikan meningkat sekitar 1,1 juta bph (yoy), menurut laporan tersebut.
Pada 2027, permintaan minyak di negara-negara OECD diperkirakan naik 200.000 bph (yoy), sementara di negara-negara non-OECD, pertumbuhan permintaan diproyeksikan mencapai sekitar 1,3 juta bph.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rangkul makin banyak anggota, BRICS upayakan kerja sama yang lebih luas
Indonesia
•
23 Oct 2024

Pendapatan Huawei naik 3,1 persen pada H1 2023
Indonesia
•
12 Aug 2023

OPEC+ akan pertahankan stabilitas produksi minyak untuk Q1 2025
Indonesia
•
09 Dec 2024

Spanyol sambut lebih dari 135.000 wisatawan China pada H1 2023
Indonesia
•
08 Aug 2023


Berita Terbaru

Analisis – Hubungan China-AS terlalu penting untuk gagal
Indonesia
•
14 May 2026

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

Bank Dunia peringatkan pertumbuhan ekonomi Pasifik akan melambat jadi 2,8 persen pada 2026
Indonesia
•
13 May 2026
