Bank Dunia peringatkan pertumbuhan ekonomi Pasifik akan melambat jadi 2,8 persen pada 2026

Kapal rumah sakit Angkatan Laut China 'Silk Road Ark' memasuki Pelabuhan Suva di Suva, Fiji, pada 1 Oktober 2025. (Xinhua/Zhang Dongjie)

Pertumbuhan ekonomi kawasan Pasifik diproyeksikan melambat menjadi 2,8 persen pada 2026.

 

Suva, Fiji (Xinhua/Indonesia Window) – Menurut Pacific Economic Update edisi terbaru dari World Bank Group, pertumbuhan ekonomi kawasan Pasifik diproyeksikan melambat menjadi 2,8 persen pada 2026.

Meningkatnya biaya bahan bakar dan pelayaran, gangguan rantai pasokan yang sedang berlangsung, dan ketidakpastian global yang kembali meningkat terus membebani perekonomian di kawasan Pasifik.

Laporan itu memperingatkan bahwa guncangan eksternal berulang telah menjadi "kenormalan baru" di kawasan itu, yang semakin membebani pemerintah, bisnis, dan rumah tangga di seluruh Pasifik, lapor Fiji Broadcasting Corporation pada Selasa (12/5).

Negara-negara Pasifik masih sangat rentan terhadap volatilitas harga bahan bakar. Impor minyak menyumbang sekitar 15 hingga 25 persen dari total impor barang di banyak negara di kawasan tersebut. Bank Dunia menyatakan bahwa gangguan yang persisten dalam pasar bahan bakar dan pelayaran berpotensi kian menghambat pertumbuhan ekonomi dalam enam hingga sembilan bulan ke depan.

Laporan itu juga menyoroti peningkatan kekhawatiran perihal melemahnya penyangga fiskal, seiring guncangan yang berturut-turut memberikan tekanan berkelanjutan pada keuangan pemerintah.

Bank Dunia menyerukan pengelolaan keuangan publik yang lebih kuat dan dukungan tertarget bagi rumah tangga rentan sembari memperingatkan agar tidak menerapkan subsidi meluas yang dapat memberikan tekanan lebih lanjut terhadap ruang fiskal yang terbatas. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait