Rangkul makin banyak anggota, BRICS upayakan kerja sama yang lebih luas

Presiden China Xi Jinping berpose untuk difoto bersama para pemimpin lain yang menghadiri BRICS-Africa Outreach dan BRICS Plus Dialogue di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 24 Agustus 2023. (Xinhua/Li Xueren)
Keterbukaan dan inklusivitas tetap menjadi komitmen teguh para anggota BRICS, yang berkumpul bukan untuk membentuk sebuah perkumpulan tertutup atau kelompok eksklusif.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pada 24 Agustus pagi tahun lalu, Sandton Convention Center di Johannesburg dipenuhi gemuruh tepuk tangan meriah usai pengumuman ekspansi bersejarah BRICS. Menurut Presiden China Xi Jinping dalam sebuah konferensi pers, ekspansi ini menunjukkan "tekad negara-negara BRICS dan negara-negara berkembang untuk bersatu."Sejak dimulainya mekanisme BRICS, keterbukaan dan inklusivitas tetap menjadi komitmen teguh para anggotanya. Xi berulang kali menekankan bahwa negara-negara BRICS berkumpul bukan untuk membentuk sebuah perkumpulan tertutup atau kelompok eksklusif. "Satu pohon tidak dapat menjadi hutan," ujar Xi dalam KTT BRICS pertamanya di Durban pada 2013. Setahun kemudian pada KTT Fortaleza di Brasil, Xi mengusulkan gagasan "semangat BRICS" yang berupa keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan.Dengan pemikiran yang terbuka seperti itu, kelompok ini mengembangkan tradisi mengundang pemimpin negara lain untuk hadir dalam pertemuan-pertemuannya. Selanjutnya pada KTT BRICS 2017 di Xiamen, sebuah kota pelabuhan kuno yang berkembang menjadi pusat dinamis dalam keterbukaan dan reformasi China, Xi mengembangkan praktik outreach atau "menjangkau keluar" tersebut dan mengemukakan program "BRICS Plus", yang mendorong lebih banyak partisipasi dari emerging market dan negara berkembang lainnya.Kota Xiamen di China selatan ini sebenarnya merupakan tempat Xi pernah bekerja sebagai wakil wali kota pada 1985, saat dirinya berusia 32 tahun. Kini, di bawah inisiatif Xi, sebuah basis inovasi untuk kemitraan BRICS tentang revolusi industri baru telah didirikan di kota itu.
Sebuah model pesawat E190-E2 dipamerkan di pameran Revolusi Industri Baru (New Industrial Revolution) BRICS 2024 di Xiamen, Provinsi Fujian, China tenggara, pada 10 September 2024. Forum BRICS tentang Kemitraan dalam Revolusi Industri Baru 2024 dibuka di Xiamen pada Selasa (10/9), dengan mengusung tema "Membina Kemitraan Berkualitas Tinggi dan Memulai Perjalanan Baru dari Industrialisasi Baru" (Fostering High-Quality Partnership and Embarking on a New Journey of New Industrialization). (Xinhua/Lin Shanchuan)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Pejabat sebut perekonomian UE telah capai "titik balik"
Indonesia
•
09 Nov 2022

Minyak naik didukung permintaan kuat AS dan prospek ekonomi optimis
Indonesia
•
17 Dec 2021

China raih pencapaian baru dalam pembangunan pada 2022
Indonesia
•
07 Mar 2023

Defisit anggaran Rusia pada 2022 cakup 2,3 persen dari PDB
Indonesia
•
11 Jan 2023
Berita Terbaru

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara perkuat ketahanan ekonomi makro Indonesia
Indonesia
•
07 Feb 2026

Produsen otomotif China hadirkan lebih banyak NEV di ajang IIMS 2026
Indonesia
•
06 Feb 2026

Perusahaan China teken kerja sama untuk dorong proyek integrasi baja dan kokas di Indonesia
Indonesia
•
06 Feb 2026
