
OPEC+ akan tingkatkan ‘output’ minyak pada Mei di tengah krisis energi global

Sejumlah kendaraan mengisi bahan bakar di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Paris, Prancis, pada 9 Maret 2026. (Xinhua/Wu Huiwo)
OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan output minyak sebesar 206.000 barel per hari pada Mei 2026.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan para mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+, pada Ahad (5/4) memutuskan untuk meningkatkan output minyak sebesar 206.000 barel per hari pada Mei 2026, ungkap pernyataan OPEC.
Keputusan tersebut diumumkan setelah pertemuan virtual yang dihadiri oleh Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, yang meninjau kondisi dan prospek pasar global.
Di tengah konflik militer yang sedang berlangsung di Timur Tengah, delapan negara OPEC+ menggarisbawahi pentingnya pengamanan jalur maritim internasional untuk memastikan kelancaran arus pasokan energi.
Delapan negara tersebut juga menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap infrastruktur energi yang telah mengganggu ketersediaan pasokan secara keseluruhan. Mereka menekankan bahwa pemulihan aset energi yang rusak agar kembali ke kapasitas penuh memerlukan biaya yang besar serta waktu yang lama.
OPEC+ dijadwalkan kembali melangsungkan pertemuan pada 3 Mei untuk mengambil keputusan lebih lanjut.
Sejak serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, konflik di Timur Tengah telah sangat mengganggu aliran energi regional, dengan pengiriman minyak mentah dan produk-produk olahannya menurun secara signifikan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

RCEP bantu Ningxia di China perluas lingkaran pertemanan
Indonesia
•
28 Feb 2023

Arab Saudi dirikan perusahaan pasar karbon untuk dukung target nol emisi karbon
Indonesia
•
26 Oct 2022

Spring Airlines buka rute Guangzhou dan Shenzhen-Jakarta, Kemenpar optimistis dongkrak pariwisata nasional
Indonesia
•
23 Jun 2026

Menteri Pakistan sebut CPEC ubah lanskap pembangunan negaranya
Indonesia
•
29 Apr 2024


Berita Terbaru

IMF peringatkan harga energi tetap tinggi, minyak diproyeksi bertahan di level 100 dolar AS hingga 2027
Indonesia
•
08 Oct 2026

Investasi AI dongkrak ekonomi ASEAN+3, proyeksi pertumbuhan 2027 naik jadi 4,1 persen
Indonesia
•
07 Oct 2026

Di tengah proteksionisme global, Hong Kong jadi ekonomi paling bebas dunia, ini yang membuatnya unggul
Indonesia
•
07 Oct 2026

IMF: Jangan subsidi semua, bantuan tunai terarah lebih efektif hadapi inflasi
Indonesia
•
07 Oct 2026
