Malaysia akan fokus pada keamanan pasokan dan pengendalian harga di tengah krisis global

Foto yang diabadikan pada 10 April 2025 ini memperlihatkan pemandangan kota Kuala Lumpur, Malaysia. (Xinhua/Lai Xiangdong)

Realitas meningkatnya biaya hidup, tekanan operasional industri, dan ketidakpastian global mengharuskan pemerintah Malaysia untuk tetap waspada dan bertindak cepat.

 

Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Malaysia akan terus menangani krisis pasokan global yang sedang berlangsung berdasarkan empat prioritas utama, termasuk menjamin kecukupan pasokan pangan, energi, obat-obatan, dan barang-barang kebutuhan pokok, kata Menteri Perekonomian Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir seiring pemerintah negara itu berupaya melindungi rumah tangga dan bisnis dari meningkatnya ketidakpastian global.

Dalam taklimat terbaru setelah rapat Dewan Aksi Ekonomi Negara Malaysia, Akmal mengatakan prioritas pemerintah juga mencakup memperluas dan mengoptimalkan pasokan yang ada melalui pengelolaan subsidi, pengendalian kebocoran, serta langkah penegakan yang lebih ketat.

Pemerintah Malaysia juga akan fokus dalam mengendalikan kenaikan harga agar lonjakan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen, sembari menjajaki berbagai peluang baru di bidang biodiesel, bahan bakar berkelanjutan, dan sumber energi alternatif, ujarnya.

"Dampak krisis pasokan global diperkirakan akan semakin terasa pada kuartal ketiga tahun ini, terutama terhadap stabilitas harga, biaya operasional industri, dan pasar tenaga kerja," kata Akmal.

Dia menambahkan bahwa realitas meningkatnya biaya hidup, tekanan operasional industri, dan ketidakpastian global mengharuskan pemerintah negara itu untuk tetap waspada dan bertindak cepat.

Dia juga mengatakan pemerintah Malaysia akan terus menerapkan langkah-langkah dukungan tertarget, termasuk bantuan bahan bakar dan fasilitas pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah, guna meredam dampak terhadap kelompok rentan dan pelaku usaha.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait