
China mulai bangun satelit meteorologi Fengyun-3 baru

Roket Long March-4C yang membawa satelit Fengyun-3E (FY-3E) lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 5 Juli 2021. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Satelit meteorologi Fengyun-3 gelombang keempat menjadi satelit terakhir dari satelit meteorologi orbit rendah generasi kedua China, yang terdiri dari sebuah satelit pengukur presipitasi di orbit miring dan sebuah satelit di orbit dini hari yang sinkron dengan matahari.
Beijing, China (Xinhua) – Pembangunan satelit meteorologi Fengyun-3 (FY-3) gelombang keempat milik China telah diluncurkan, menurut Akademi Teknologi Penerbangan Luar Angkasa Shanghai (Shanghai Academy of Spaceflight Technology/SAST) yang berada di bawah naungan China Aerospace Science and Technology Corporation.Ditingkatkan dari seri FY-1, seri FY-3 merupakan generasi kedua dari satelit meteorologi China yang mengorbit di kutub dan dirancang untuk memperkuat kemampuan akuisisi data global negara itu guna mengumpulkan lebih banyak informasi tentang karakteristik awan dan permukaan.Satelit tersebut dapat memberikan parameter atmosferis, permukaan darat, serta permukaan laut yang bersifat global, segala cuaca, tiga dimensional, kuantitatif, dan multispektral.Satelit Fengyun-3 gelombang keempat ini menjadi satelit terakhir dari satelit meteorologi orbit rendah generasi kedua China, yang terdiri dari sebuah satelit pengukur presipitasi di orbit miring dan sebuah satelit di orbit dini hari yang sinkron dengan matahari.Setelah peluncuran satelit FY-3 gelombang keempat ini, China untuk pertama kalinya akan melakukan verifikasi di orbit terhadap pengamatan kolaboratif dari satelit-satelit meteorologinya di orbit tinggi dan rendah, sebagai upaya untuk mendukung pengembangan sistem pengamatan pintar pada satelit-satelit meteorologi generasi ketiga, kata SAST.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kamboja catat peningkatan populasi bangau langka
Indonesia
•
02 Aug 2023

Peneliti China kembangkan ‘alat penanda nano’ untuk imunoterapi kanker
Indonesia
•
15 Sep 2025

Situs fosil panda ditemukan di gua terpanjang di Asia yang berlokasi di Guizhou, China
Indonesia
•
19 Apr 2024

Perusahaan China luncurkan ‘bogie’ untuk kereta peluru berkecepatan 400 km/jam
Indonesia
•
19 Jul 2024


Berita Terbaru

Luas es laut musim dingin Arktik makin mengecil
Indonesia
•
27 Mar 2026

Brasil kenalkan jet tempur supersonik F-39E Gripen pertama yang diproduksi di dalam negeri
Indonesia
•
27 Mar 2026

Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa
Indonesia
•
27 Mar 2026

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026
