
Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi

Seorang warga melintas di sebuah jalan di Lapangan Enghelab, Teheran, Iran, pada 15 Januari 2026. (Xinhua)
Merosotnya nilai mata uang rial Iran terjadi karena ketegangan internasional yang meningkat, kebijakan ekonomi domestik, fluktuasi pasar global, serta naiknya permintaan lokal terhadap mata uang asing.
Teheran, Iran (Xinhua) – Mata uang rial Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah terhadap dolar AS pada Rabu (28/1), demikian laporan media Iran, Nour News.
Dolar AS diperdagangkan di atas 1.580.000 rial di pasar domestik, mempercepat penurunan yang dimulai sejak akhir pekan lalu saat nilai tukar mata uang tersebut berada di kisaran 1.510.000 rial. Data dari situs web pemantau mata uang mengindikasikan bahwa rial Iran telah kehilangan sekitar 5 persen nilainya sejak awal bulan ini.
Nour News mengaitkan merosotnya nilai mata uang tersebut dengan kombinasi ketegangan internasional yang meningkat, kebijakan ekonomi domestik, fluktuasi pasar global, serta naiknya permintaan lokal terhadap mata uang asing.
Pemerintah telah berupaya menstabilkan pasar, dengan upaya terbaru melalui penunjukan kembali mantan gubernur bank sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, pada Desember lalu. Hemmati menggantikan Mohammad-Reza Farzin yang mengundurkan diri, dan ditugaskan untuk meredam hiperinflasi, menstabilkan nilai tukar, serta menangani ketidakseimbangan perbankan dan korupsi ekonomi yang telah berlangsung lama, menurut pemerintah Iran.
Meski mengalami depresiasi yang tajam, Hemmati baru-baru ini mengabaikan volatilitas tersebut dengan menyatakan bahwa pasar valuta asing sedang mengikuti "jalur alaminya".
Tekanan ekonomi tersebut juga telah memicu keresahan domestik. Pada bulan lalu, para pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko-toko mereka sebagai bentuk protes atas anjloknya nilai rial serta rencana pemerintah untuk menghapuskan subsidi makanan dan bahan bakar tertentu. Aksi demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember itu dengan cepat menyebar ke seluruh negeri, merambah ke ranah politik, dan berujung pada kekerasan. Otoritas Iran berulang kali menepis ketidakstabilan itu dan menyebutnya sebagai hasutan pihak asing, menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan yang terjadi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – Partisipasi Taiwan dalam INTERPOL bantu pemberantasan bentuk baru kejahatan transnasional
Indonesia
•
25 Nov 2023

Kementerian Transportasi China bersiap hadapi topan Saola dan Haikui
Indonesia
•
01 Sep 2023

Putin kecam ledakan Jembatan Krimea sebagai aksi teroris
Indonesia
•
10 Oct 2022

Qatar dan Mesir akan jadi tuan rumah perundingan gencatan senjata Israel-Hamas
Indonesia
•
26 Feb 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
