
Tim sains NASA teliti negara vulkanis Islandia untuk misi Venus mendatang

Anggota tim sains VERITAS menuruni sebuah lereng menuju bebatuan baru yang terbentuk dari aliran lava baru-baru ini dalam kampanye lapangan mereka di Islandia pada awal Agustus. Tim itu memanfaatkan lanskap vulkanis tersebut sebagai analogi Venus untuk menguji teknologi dan teknik radar. (Xinhua/ NASA/JPL-Caltech)
Negara vulkanis Islandia memiliki kesamaan geologis dengan Venus, menjadikan negara ini tempat yang sangat baik untuk mempelajari planet terpanas dalam sistem tata surya tersebut, di Bumi.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA baru-baru ini menggunakan Islandia sebagai pengganti Venus untuk menguji teknologi radar yang akan membantu mengungkap kebenaran dasar planet tersebut.Dengan tekanan atmosfernya yang sangat besar, awan asam sulfat, dan suhu permukaan yang sangat panas, Venus adalah tempat yang sangat menantang untuk diteliti. Namun, para ilmuwan percaya bahwa mengamati permukaan Venus dapat memberikan wawasan penting tentang kelayakan huni dan evolusi planet berbatu seperti planet kita sendiri, menurut JPL.Untuk mendapatkan perspektif global tentang Venus sambil tetap berada jauh di atas atmosfernya yang mengerikan, misi VERITAS (Venus Emissivity, Radio science, InSAR, Topography, And Spectrcopy) NASA rencananya akan diluncurkan dalam satu dekade mendatang guna menyurvei permukaan planet tersebut dari orbit, agar dapat mengungkap petunjuk tentang sifat interior Venus.
Anggota tim sains internasional VERITAS mempersiapkan pencitraan Deteksi dan Pengukur Cahaya (Light Detection and Ranging/LIDAR) terhadap bebatuan di Islandia. Pengukuran LIDAR terhadap medan berbatu dapat memberikan informasi tentang material, seperti kekasaran permukaan yang kemudian dapat dibandingkan dengan citra radar di lokasi yang sama. (Xinhua/NASA/JPL-Caltech)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti usulkan strategi pengolahan air berkelanjutan dengan fokus pada kontaminan
Indonesia
•
07 Feb 2025

China luncurkan alat pintar untuk pahami bahasa kuno
Indonesia
•
19 Dec 2023

Teleskop China LAMOST capai tonggak sejarah baru dalam hal data spektral
Indonesia
•
01 Apr 2023

Keragaman bakteri di usus terkait dengan keterampilan kognitif yang lebih baik
Indonesia
•
10 Feb 2022


Berita Terbaru

FMIPA UI temukan spesies baru bakteri tahan panas
Indonesia
•
20 May 2026

Makin banyak makan gula, daya ingat makin menurun
Indonesia
•
20 May 2026

Feature – Qi Zai, panda cokelat langka yang memikat dari Pegunungan Qinling
Indonesia
•
20 May 2026

Ilmuwan ungkap jaringan komunikasi sel tersembunyi dengan teknik nanoskopi baru
Indonesia
•
18 May 2026
