
NATO kucurkan bantuan militer Rp1.440 triliun untuk Ukraina, Rusia soroti ancaman militerisasi Eropa

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye, pada 7 Juli 2026. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – NATO gagal mengatasi perpecahan di antara para sekutunya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ankara, terlepas dari upaya untuk menunjukkan persatuan, demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Rabu (8/7).
"Retakan dalam hubungan transatlantik belum hilang, meskipun para pemimpin negara-negara Eropa dan Kanada secara terang-terangan menunjukkan kesetiaan mereka kepada Washington," ujarnya.
"Persoalan Greenland tidak diselesaikan menurut skenario Amerika Serikat (AS). Kekecewaan atas fakta bahwa para anggota aliansi, menurut pandangan Washington, tidak bertindak seperti sekutu ketika AS membutuhkan dukungan mereka, belum sirna," kata Zakharova.
NATO akan terus melanjutkan proses menuju militerisasi Eropa, peningkatan potensi militer, serta dukungan lebih lanjut bagi Ukraina, memandang Rusia sebagai ancaman utama dan jangka panjang bagi keamanan Euro-Atlantik, serta mempersiapkan diri menghadapi konflik bersenjata dengan Rusia, imbuh Zakharova.
Dalam KTT tersebut, negara-negara anggota NATO berkomitmen memberikan bantuan militer senilai 70 miliar euro atau sekitar 80 miliar dolar AS kepada Ukraina tahun ini dan mempertahankan level bantuan yang setidaknya sama pada 2027.
*1 euro = 20.572 rupiah
**1 dolar AS = 18.005 rupiah
Di bawah tekanan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, negara-negara anggota NATO pada Juni 2025 sepakat untuk menaikkan belanja militer mereka menjadi 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 2035.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Spanyol berlakukan embargo senjata terhadap Israel
Indonesia
•
09 Sep 2025

AS makin terjepit dalam perang dengan Iran, Trump ancam NATO jika tak bantu di Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026

Diplomat senior sebut kemitraan China-Rusia tak pernah sasar pihak ketiga
Indonesia
•
23 Feb 2023

Negara-negara Eropa hentikan proses suaka untuk warga Suriah pascaruntuhnya pemerintahan Assad
Indonesia
•
11 Dec 2024


Berita Terbaru

Dua warga Palestina tewas dalam sehari, PBB soroti kekerasan mematikan di Tepi Barat
Indonesia
•
23 Aug 2026

Uber didenda Belanda 17,1 triliun rupiah karena sistem otomatis blokir akun pengemudi
Indonesia
•
23 Aug 2026

Iran tantang Trump: “Operasi Ekonomi” AS pasti gagal seperti sanksi-sanksi sebelumnya
Indonesia
•
23 Aug 2026

Pezeshkian: Lebih baik akhiri perang sekarang, Iran tak akan tunduk pada intimidasi AS
Indonesia
•
23 Aug 2026
