
AS kembali gempur Iran, Selat Hormuz terancam ditutup

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini menunjukkan sejumlah kapal dagang yang tertahan di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu (8/7) untuk "melemahkan" kemampuan Iran yang "mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz," kata Komando Pusat (CENTCOM) AS.
AS "meminta Iran bertanggung jawab atas agresi yang tak dapat dibenarkan baru-baru ini terhadap kapal komersial dan awak sipil yang sedang berlayar secara bebas di jalur perairan internasional yang vital," demikian pernyataan Komando Pusat AS dalam unggahan di platform X.
Lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS berpatroli di perairan Timur Tengah pada Rabu, kata komando tersebut dalam unggahan sebelumnya.
Langkah ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara sebelumnya pada hari yang sama bahwa militer AS kemungkinan akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
"Saya akan memberi sedikit peringatan: Malam ini kami akan menyerang mereka dengan keras," kata Trump, seraya menambahkan bahwa dia tidak memperkirakan akan terjadi konflik berskala penuh dengan Iran.
Menyusul pernyataan Trump di KTT itu, Press TV, mengutip seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa Iran akan menutup Selat Hormuz dan menyerang dua kali lebih banyak sasaran apabila AS kembali melancarkan serangan.
Perkembangan ini terjadi ketika AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan baru dari Selasa (7/7) malam waktu setempat hingga Rabu, menandai babak baru eskalasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Irak yang baru terpilih serukan pembentukan cepat pemerintahan baru
Indonesia
•
18 Oct 2022

Hamas tolak perundingan gencatan senjata dengan Israel pascaserangan di Rafah
Indonesia
•
28 May 2024

Pengguna media sosial bisa ‘matikan’ rekomendasi algoritma, platform yang melanggar kena denda 1,27 triliun rupiah
Indonesia
•
08 Sep 2026

Hamas buktikan komitmennya pada gencatan senjata, pulangkan jenazah sandera Israel
Indonesia
•
27 Jan 2026


Berita Terbaru

Telaah – Tiga tahun berlalu: Gaza hancur, 74.000 lebih tewas, mengapa perdamaian masih jauh?
Indonesia
•
08 Oct 2026

3 tahun berlalu, Israel masih memburu pelaku 7 Oktober: 2.000 orang disebut masih hidup
Indonesia
•
07 Oct 2026

Dari warisan apartheid hingga politik ras, ini sumber ketegangan AS–Afsel
Indonesia
•
07 Oct 2026

Pembongkaran bangunan di Yerusalem Timur catatkan rekor pengungsi terbanyak
Indonesia
•
07 Oct 2026
