
China targetkan peluncuran misi pemulangan sampel Mars sekitar 2028 mendatang

Foto yang dirilis oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) pada 1 Januari 2022 ini menunjukkan foto gabungan wahana pengorbit (orbiter) dan Mars. (Xinhua/CNSA)
Misi Tianwen-3 akan membawa muatan (payload) yang dikembangkan melalui kerja sama internasional, dan China akan menjalin kolaborasi dengan para ilmuwan dari seluruh dunia untuk melakukan penelitian bersama terkait sampel-sampel Mars dan data deteksi.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – China berencana melaksanakan misi Tianwen-3 melalui dua peluncuran sekitar 2028 mendatang, yang bertujuan untuk membawa pulang sampel-sampel dari Mars, ungkap seorang pakar antariksa China pada Kamis (5/9).Liu Jizhong, kepala perancang misi pemulangan sampel Mars China, mengungkapkan hal tersebut dalam Konferensi Eksplorasi Antariksa Dalam Internasional (International Deep Space Exploration Conference) kedua di Tunxi, yang terletak di Kota Huangshan, Provinsi Anhui, China timur.Tujuan ilmiah utama dari misi itu nantinya adalah mencari tanda-tanda kehidupan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, para engineer antariksa China harus menguasai berbagai teknologi utama, seperti mengumpulkan sampel dari permukaan Mars, lepas landas dari Planet Merah, melaksanakan manuver pertemuan (rendezvous) di orbit sekitar Mars, serta melakukan perlindungan planet, urai Liu.Menurut rencana itu, misi tersebut akan terdiri dari 13 tahap, yang dilaksanakan melalui berbagai metode, seperti deteksi in-situ dan penginderaan jauh.China akan sepenuhnya mematuhi konvensi internasional serta melakukan langkah-langkah untuk melindungi Mars maupun Bumi, dan sampel-sampel itu, dari kontaminasi selama misi tersebut, ujar Liu.Misi Tianwen-3 akan membawa muatan (payload) yang dikembangkan melalui kerja sama internasional, dan China akan menjalin kolaborasi dengan para ilmuwan dari seluruh dunia untuk melakukan penelitian bersama terkait sampel-sampel Mars dan data deteksi, papar Liu.Dalam jangka panjang, China akan berkolaborasi dengan negara-negara atau institusi penelitian lainnya dari seluruh dunia untuk melaksanakan pendefinisian misi dan tugas, analisis kebutuhan, penelitian konseptual, desain rencana implementasi, serta terobosan teknologi utama terkait pembangunan stasiun penelitian di Mars, imbuh Liu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

WWF sebut populasi margasatwa di Afrika susut 76 persen dalam 50 tahun terakhir
Indonesia
•
15 Oct 2024

Studi ungkap mekanisme ekologis efek semak di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
06 Apr 2023

Jumlah hari dengan kualitas udara yang baik di Beijing capai sekitar 90 persen pada 2023
Indonesia
•
04 Jan 2024

Olahraga 'American football' berisiko picu cedera otak: 1 dari 4 mantan pemain NFL derita gangguan otak degeneratif
Indonesia
•
27 Aug 2026


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
