
NASA konfirmasi misi DART berhasil ubah orbit asteroid di luar angkasa

Gambar asteroid Didymos (kiri) dan bulan kecilnya, Dimorphos, sebelum bertabrakan dengan wahana antariksa Tes Pengalihan Asteroid Ganda (Double Asteroid Redirection Test/DART) NASA pada 26 September 2022. (Sumber: NASA/Johns Hopkins APL)
Orbit asteroid Dimorphos berubah ketika wahana antariksa NASA dengan sengaja menabrak batu luar angkasa tersebut dalam Misi Tes Pengalihan Asteroid Ganda, menjadi kali pertama manusia dengan sengaja mengubah pergerakan sebuah objek astronomi dan demonstrasi skala penuh dari teknologi defleksi asteroid.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Misi Tes Pengalihan Asteroid Ganda (Double Asteroid Redirection Test/DART) NASA berhasil mengubah orbit asteroid Dimorphos ketika wahana antariksa NASA itu dengan sengaja menabrak batu luar angkasa tersebut, demikian disampaikan oleh NASA pada Selasa (11/10).Ini menjadi kali pertama manusia dengan sengaja mengubah pergerakan sebuah objek astronomi dan demonstrasi skala penuh pertama dari teknologi defleksi asteroid, kata NASA.Sebelum bertabrakan dengan DART, Dimorphos membutuhkan waktu 11 jam 55 menit untuk mengorbit asteroid induknya yang berukuran lebih besar, Didymos.Setelah tabrakan yang disengaja antara DART dengan Dimorphos pada 26 September, para astronom menggunakan teleskop di Bumi untuk mengukur sejauh mana waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit telah berubah.Kini, tim investigasi mengonfirmasi bahwa peristiwa tabrakan dengan wahana antariksa itu mengubah waktu pengorbitan Dimorphos mengelilingi Didymos selama 32 menit, memperpendek orbit yang sebelumnya membutuhkan waktu 11 jam 55 menit menjadi 11 jam 23 menit, kata NASA.Misi DART bertujuan untuk mengubah orbit asteroid melalui tumbukan kinetik, guna menguji dan memvalidasi metode untuk melindungi Bumi jika terjadi ancaman tabrakan asteroid, menurut NASA.Wahana antariksa DART diluncurkan pada 24 November 2021, dan menghabiskan 10 bulan untuk bergerak menuju target asteroidnya.Misi DART
Tes Pengalihan Asteroid Ganda (Double Asteroid Redirection Test/DART) NASA adalah misi pertama di dunia untuk menguji teknologi guna melindungi Bumi dari potensi bahaya asteroid atau komet. Misi ini bertujuan menabrak asteroid targetnya pada 26 September lalu, demikian menurut NASA.Misi itu diatur untuk menabrak asteroid yang tidak berbahaya guna menguji teknologi defleksi, apabila Bumi menemukan ancaman, ungkap NASA.Penabrakan tersebut, yang dijadwalkan pada 26 September pukul 19.14 Eastern Daylight Time (EDT) atau 27 September pukul 06.14 WIB, tidak menimbulkan ancaman pada Bumi, papar NASA.DART merupakan misi pertama di dunia untuk menguji teknologi guna melindungi Bumi dari potensi bahaya asteroid atau komet, kata Administrator NASA Bill Nelson di akun Twitter-nya, beberapa waktu lalu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Populasi penguin Adelie di lepas pantai Antarktika timur turun drastis
Indonesia
•
12 Oct 2022

Jembatan tertinggi di dunia rampung pada pertengahan 2025 di China barat daya
Indonesia
•
29 Dec 2023

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan gunakan teknologi ‘deep learning’ untuk prediksi akurat es laut Antarktika
Indonesia
•
28 Mar 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
