
Observatorium China temukan dua asteroid baru di dekat Bumi

Foto yang diabadikan pada 18 November 2020 ini menunjukkan langit yang bertabur bintang di atas Danau Nianhu di wilayah Huize yang terletak di Kota Qujing, Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Hu Chao)
Asteroid-asteroid baru itu, yang disebut 2022 OS1 dan 2022 ON1, kali pertama terlihat oleh Teleskop Objek Dekat Bumi observatorium tersebut masing-masing pada 23 Juli dan 24 Juli.
Jakarta (Indonesia Window) – Dua asteroid dekat Bumi baru-baru ini telah ditemukan dan dikonfirmasi, seperti diungkapkan Observatorium Gunung Ungu dari Akademi Ilmu Pengetahuan China pada Rabu (3/8).Asteroid-asteroid baru itu, yang disebut 2022 OS1 dan 2022 ON1, kali pertama terlihat oleh Teleskop Objek Dekat Bumi observatorium tersebut masing-masing pada 23 Juli dan 24 Juli. Penemuan mereka dikonfirmasi oleh Pusat Planet Minor yang berada di bawah naungan Persatuan Astronomi Internasional.Sejauh ini, teleskop itu telah menemukan 32 asteroid dekat Bumi. Teleskop tersebut juga merupakan satu-satunya peralatan utama di China yang telah bergabung dengan Jaringan Peringatan Asteroid Internasional untuk berbagi data.Kedua asteroid yang baru ditemukan itu termasuk ke dalam kelompok asteroid Amor, dan diperkirakan memiliki diameter 230 meter dan 45 meter, kata observatorium tersebut.Observatorium Gunung Ungu
Observatorium Gunung Ungu (PMO) berkembang dari bekas Institut Astronomi, yang didirikan pada tahun 1928 sebagai salah satu dari delapan institut pertama Academia Sinica, dikutip dari situs jejaring pmo.cas.cn.Pada tahun 1934, lembaga ini menyelesaikan pembangunan observatorium di Gunung Ungu di Nanjing dan Institut Astronomi berubah nama menjadi Observatorium Gunung Ungu atau PMO (The Purple Mountain Observatory) pada tahun 1950. PMO dikenal sebagai ‘tempat lahir astronomi modern di China’ bukan hanya karena merupakan institut astronomi modern pertama di negara Asia Timur ini, tetapi juga karena PMO adalah pencetus sebagian besar subdisiplin astronomi China dan sponsor lembaga astronomi Akademi Ilmu Pengetahuan China berikutnya.Penelitian PMO berfokus pada astrofisika energi tinggi, fisika matahari, dan teknologi eksplorasi astronomi luar angkasa; pembentukan bintang melalui alam semesta dan teknologi terahertz yang sesuai; dinamika orbit satelit buatan dan metode penyelidikan; ilmu planet, astronomi fana dan eksplorasi luar angkasa; serta kosmologi observasional dan pembentukan galaksi.Pada tahun 2020, PMO bertujuan untuk menggunakan penyelidikan materi gelap (dark matter) berbasis ruang angkasa untuk memecahkan masalah ilmiah utama; mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan astronomi Antarktika untuk membangun fasilitas ‘ilmu besar’ terkait; serta menyempurnakan sistem pengamatan benda-benda dan puing-puing di luar angkasa untuk mendukung program kedirgantaraan nasional.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Industri fotovoltaik ciptakan manfaat ekologi dan ekonomi di gurun China barat laut
Indonesia
•
19 Jun 2024

Fasilitas pencitraan biomedis baru China tingkatkan pemahaman tentang penyakit
Indonesia
•
04 Nov 2022

Peneliti perkaya sejarah iklim regional China barat daya dengan data lingkar pohon
Indonesia
•
22 Aug 2023

COVID-19 – Kementerian kesehatan Rusia daftarkan dua obat Remdesivir
Indonesia
•
16 Oct 2020


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
