
Studi sebut fosil paus purba yang ditemukan di Peru mungkin hewan terberat sepanjang masa

Gambar ini merupakan hasil tangkapan layar dari situs jejaring jurnal ilmiah Nature pada 2 Agustus. (Xinhua)
Spesies paus prasejarah, Perucetus colossus, yang diterjemahkan sebagai “paus kolosal dari Peru”, diperkirakan mencapai 85 hingga 340 ton, yang setara atau lebih berat dari paus biru.
Berlin, Jerman (Xinhua) – Bukti-bukti mengenai spesies paus prasejarah yang belum pernah ditemukan sebelumnya, yang kemungkinan merupakan hewan terberat sepanjang masa, muncul pekan ini.Analisis terhadap fosil-fosil yang kali pertama ditemukan di Peru satu dekade lalu menunjukkan bahwa massa tubuh raksasa dicapai oleh paus itu 30 juta tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal ilmiah Nature pada Rabu (2/8).Bobot hewan itu diperkirakan mencapai 85 hingga 340 ton, yang setara atau lebih berat dari paus biru, kata tim ilmiah yang menganalisis fosil-fosil tersebut.Eli Amson, ahli paleontologi di Museum Sejarah Alam Negara di Stuttgart, Jerman, mengungkapkan, "Bagi kami, salah satu temuan terpenting dari studi ini adalah bahwa transisi menuju gigantisme sejati pada paus berevolusi jauh lebih awal dalam sejarah Bumi daripada yang diperkirakan sebelumnya."
Foto ini merupakan hasil tangkapan layar dari situs jejaring jurnal ilmiah Nature pada 2 Agustus. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China kembangkan bahan nano anti-SARS-CoV-2
Indonesia
•
31 Aug 2022

Ilmuwan China kembangkan nanobodi berspektrum luas untuk pengobatan demam kutu
Indonesia
•
22 Nov 2025

Spanyol berencana ubah waduk jadi ‘baterai’ untuk penyimpanan energi surplus
Indonesia
•
03 Aug 2024

Polusi udara partikulat bisa tingkatan mutasi pada kanker paru-paru di kalangan nonperokok
Indonesia
•
07 Jul 2025


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
