
Moskow akan segera kirim memorandum perdamaian ke Kiev

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara dalam konferensi pers tahunannya di Moskow, Rusia, pada 14 Januari 2025. (Xinhua/Bai Xueqi)
Moskow akan segera mengirim draf memorandum perdamaian ke Kiev, yang akan menguraikan prinsip-prinsip utama dalam penyelesaian konflik yang potensial.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Moskow akan segera mengirim draf memorandum perdamaian ke Kiev, yang akan menguraikan prinsip-prinsip utama dalam penyelesaian konflik yang potensial, demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Selasa (27/5)."Rusia terus mengupayakan draf memorandum mengenai perjanjian perdamaian di masa depan, yang akan menguraikan sejumlah posisi, termasuk prinsip-prinsip penyelesaian, penetapan waktu perjanjian perdamaian yang potensial, kemungkinan gencatan senjata," kata Zakharova dalam taklimat media pekanannya.Begitu selesai disusun, memorandum itu akan akan dikirim ke Kiev, ujarnya. Dia menambahkan bahwa Rusia mengharapkan Ukraina juga menyiapkan drafnya sendiri untuk dikirim sebagai tanggapan.Dalam sebuah panggilan telepon pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Rusia akan menyiapkan sebuah draf memorandum yang menguraikan persyaratan untuk kesepakatan perdamaian yang potensial dengan Ukraina.Sementara itu, Moskow dan Washington juga sedang mengoordinasikan rincian pertukaran tahanan yang telah disepakati sebelumnya, ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov pada Selasa (27/5).Dalam sebuah konferensi pers usai pertemuannya dengan Menlu Turkiye Hakan Fidan di Moskow, Lavrov mengonfirmasi bahwa dalam percakapan terbaru via telepon, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah sepakat untuk mengatur pertukaran tahanan."Untuk alasan yang jelas, rinciannya sedang dikoordinasikan oleh otoritas-otoritas terkait," tutur Lavrov.Dalam sebuah pembicaraan via sambungan telepon pada 19 Mei, Putin dan Trump membahas kemungkinan pertukaran tahanan yang melibatkan sembilan orang dari masing-masing negara, ujar Yuri Ushakov, seorang ajudan kepresidenan Rusia, kepada reporter usai pembicaraan via telepon tersebut.Rusia dan AS melakukan pertukaran tahanan terbaru mereka pada 10 April di Abu Dhabi. Pertukaran yang difasilitasi oleh Uni Emirat Arab tersebut mencakup pembebasan Ksenia Karelina yang berkewarganegaraan ganda AS-Rusia dan Artur Petrov yang berkewarganegaraan Jerman-Rusia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hongaria terima undangan AS untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza
Indonesia
•
19 Jan 2026

Pilot Flydubai diduga tikam kapten, pesawat menukik hampir 14.000 kaki dalam 30 detik
Indonesia
•
01 Oct 2026

PBB: Kekurangan dana bantuan ancam pasokan air minum bagi 330.000 warga Gaza
Indonesia
•
25 Jun 2026

Haji1443 – Suhu maksimum di Tanah Suci antara 42-44 derajat Celsius
Indonesia
•
04 Jul 2022


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
