
Misi eksplorasi Mars pertama China kumpulkan banyak data ilmiah

Foto yang dirilis pada 1 Januari 2022 oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) ini menunjukkan foto wahana pengorbit (orbiter) serta planet Mars. (Xinhua/CNSA)
Misi eksplorasi Mars China degan wahana pengorbit dan penjelajah Tianwen-1 sukses menyelesaikan misi eksplorasi ilmiah yang ditargetkan, dan mendapatkan 1.480 gigabita data ilmiah mentah.
Beijing, China (Xinhua) – Misi eksplorasi Mars pertama China berhasil meraih banyak hasil ilmiah, demikian disampaikan oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) pada Ahad (18/9).Hingga Kamis (15/9), wahana pengorbit (orbiter) Tianwen-1 telah beroperasi secara normal selama lebih dari 780 hari, sementara wahana penjelajah (rover) Zhurong telah melakukan perjalanan sejauh 1.921 meter di permukaan Mars, ungkap CNSA.Wahana pengorbit dan penjelajah Tianwen-1 China sukses menyelesaikan misi eksplorasi ilmiah yang ditargetkan, dan mendapatkan 1.480 gigabita data ilmiah mentah.Misi Tianwen-1 terdiri dari wahana pengorbit, pendarat (lander), dan penjelajah. Pada 15 Mei 2021, misi tersebut mendarat di area pendaratan yang telah dipilih sebelumnya di Utopia Planitia, sebuah dataran luas di permukaan Mars, menandai kali pertama China mendaratkan wahana antariksa di planet itu.Para peneliti China melakukan studi komprehensif tentang bentangan alam khas di area pendaratan, termasuk kerucut cekung, kawah tumbukan, dan parit, serta mengungkap hubungan yang signifikan antara pembentukan pegunungan dan aktivitas air.Melalui citra kamera dan data spektral, para peneliti menemukan mineral pembawa air di batuan kerak keras seperti lempengan di dekat area pendaratan, yang membuktikan bahwa ada banyak aktivitas air cair di area pendaratan tersebut sejak 1 miliar tahun silam.Menggabungkan citra kamera dengan jejak rover yang bergerak dan informasi lainnya, para peneliti juga menemukan bahwa tanah di area pendaratan memiliki daya topang yang besar dan parameter gesekan yang rendah.Hasil-hasil baru tersebut mengungkapkan dampak aktivitas angin dan air pada evolusi geologis dan perubahan lingkungan di Mars. Ini sangat mendukung hipotesis bahwa pernah ada lautan di Utopia Planitia Mars. Selain itu, hal ini juga memperkaya pemahaman ilmiah manusia tentang evolusi geologis dan perubahan lingkungan di Mars.Para peneliti juga menggunakan data eksplorasi Tianwen-1 untuk mendapatkan beberapa pencapaian ilmiah luar biasa, termasuk hubungan antara kepadatan batuan di permukaan Mars dan derajat erosi permukaan, distribusi partikel netral dan ion di lingkungan luar angkasa dekat Mars, serta medan gravitasi Mars.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kanada umumkan investasi untuk pengamatan Bumi melalui satelit
Indonesia
•
26 Oct 2023

Pesawat amfibi berukuran besar buatan China, AG600, masuki fase ‘batch production’ pertama
Indonesia
•
03 Jul 2024

Batu bara digunakan sebagai bahan bakar sejak 3.600 tahun silam di China
Indonesia
•
07 Aug 2023

Pakar sebut teknologi baru bawa peluang dan tantangan bagi praktik demokrasi
Indonesia
•
24 Mar 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
