Wahana luar angkasa UEA kirim gambar Mars

Wahana luar angkasa UEA kirim gambar Mars
Bentuk yang lebih menonjol dari gambar EMM adalah tiga gunung berapi perisai besar di Tharsis Montes, yakni Ascraeus Mons, Pavonis Mons, dan Arisia Mons. Lebih jauh di sebelah timur atau kanan gunung berapi terletak Noctis Labyrinthus dan sistem ngarai Valles Marineris yang dipenuhi awan. Awan es hadir di dataran tinggi selatan (kanan bawah) serta di sekitar gunung berapi Alba Mons (kiri atas). (Kantor Berita WAM)

Jakarta (Indonesia Window) – Tim Emirates Mars Mission (EMM) atai Misi Mars Uni Emirat Arab (UEA) pada Ahad (14/2) mengumumkan bahwa wahana luar angkasa Hope yang berhasil memasuki orbit Mars pada Selasa (9/2) telah mengirimkan gambar pertama Planet Mars.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 493 juta kilometer selama tujuh bulan terakhir, wahana Hope mencetak sejarah dengan mengirimkan gambar pertama dari penyelidikan dunia Arab untuk mencapai Mars, menurut Kantor Berita WAM.

Gambar pertama Mars yang diambil Hoper berjudul EMM catches Olympus Mons at Sunrise atau ‘EMM mengabadikan Olympus Mons saat matahari terbit’. Olympus Mons adalah gunung berapi perisai yang sangat besar di Mars, dengan ketinggian lebih dari 21 kilometer.

Gambar tersebut diambil dengan kamera eksplorasi digital EXI, salah satu dari tiga instrumen ilmiah EMM. Ini adalah kamera dengan toleransi radiasi multi-panjang gelombang yang dapat mengambil gambar 12 megapiksel dan mengambil gambar dari ketinggian sekitar 25.000 kilometer di atas permukaan Mars.

Sistem lensa adalah rakitan lensa ganda dengan jalur optik UV dan VIS (Ultraviolet–visible spectroscopy) yang terpisah. Jenis lensa yang digunakan adalah varian Gauss ganda, lensa jenis majemuk yang digunakan untuk memberikan pencitraan Mars beresolusi tinggi.

Sementara itu, rasio fokus yang rendah memungkinkan penggunaan waktu pencahayaan yang sangat singkat untuk menangkap gambar yang stabil selama periapsis (titik di jalur suatu benda yang mengorbit, yang terdekat dengan benda yang diorbitnya) sambil menyesuaikan kedua sistem lensa menjadi satu paket yang ringkas.

Sensor gambar adalah gambar CMOS 4: 3 monokrom 12 megapiksel 12-bit.

Warna dibuat dari gabungan gambar EXI merah, hijau, dan biru. Kutub Utara Mars berada di kiri atas gambar. EMM menangkap gunung berapi terbesar di tata surya, saat Olympus Mons (tengah) muncul di bawah sinar matahari pagi.

Bentuk yang lebih menonjol dari gambar EMM adalah tiga gunung berapi perisai besar di Tharsis Montes, yakni Ascraeus Mons, Pavonis Mons, dan Arisia Mons.

Lebih jauh di sebelah timur atau kanan gunung berapi terletak Noctis Labyrinthus dan sistem ngarai Valles Marineris yang dipenuhi awan. Awan es hadir di dataran tinggi selatan (kanan bawah) serta di sekitar gunung berapi Alba Mons (kiri atas).

Gambar tersebut adalah yang pertama dari lebih dari 1.000 GB data Mars baru yang akan dikirim Hope saat kembali ke bumi dan akan dibagikan secara gratis kepada lebih dari 200 institusi akademis dan ilmiah di seluruh dunia.

Untuk pertama kalinya, Hope akan mempelajari hubungan antara perubahan cuaca dan hilangnya atmosfer, sebuah proses yang mungkin telah menyebabkan korosi permukaan Planet Merah dan hilangnya atmosfer atasnya.

Misi tersebut akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang dinamika iklim Planet Merah melalui pengamatan fenomena cuaca di Mars seperti badai debu masif yang terkenal, yang telah diketahui menelan Planet Merah, dibandingkan dengan badai debu pendek dan terlokalisasi di bumi.

Penelitian tentang hal tersebut akan difokuskan pada pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara perubahan cuaca di atmosfer bawah Mars dan hilangnya hidrogen dan oksigen dari lapisan atas atmosfer.

Wahana Hope secara resmi akan memasuki fase sains untuk menyelesaikan gambar 24×7 dari dinamika atmosfer dan cuaca Mars setiap hari di seluruh planet ini, sepanjang semua musim selama satu musim penuh Tahun Mars (687 hari bumi) hingga April 2023.

Setelah misi Mars, wahana itu dapat digunakan selama dua tahun lagi untuk pengumpulan data tambahan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here