
China dan Thailand akan bekerja sama dalam misi eksplorasi Bulan

Foto yang diabadikan oleh wahana penjelajah (rover) Yutu-2 (Jade Rabbit-2) pada 11 Januari 2019 ini memperlihatkan wahana pendarat (lander) Chang'e-4. (Xinhua/Administrasi Luar Angkasa Nasional China)
Misi eksplorasi Bulan Chang'e-7 China, yang akan diluncurkan sekitar 2026, bakal dilengkapi dengan sebuah perangkat pemantauan cuaca antariksa global yang dikembangkan Thailand, yang dirancang untuk mengamati radiasi kosmik dan cuaca antariksa dari perspektif Bulan.
Beijing, China (Xinhua) – China dan Thailand akan bekerja sama dalam eksplorasi dan pemanfaatan luar angkasa secara damai serta di Stasiun Penelitian Bulan Internasional (International Lunar Research Station), demikian menurut dua nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani pada Jumat (5/4) di Beijing.Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Penelitian, dan Inovasi Thailand menandatangani kedua MoU tersebut.Misi eksplorasi Bulan Chang'e-7 China, yang akan diluncurkan sekitar 2026, bakal dilengkapi dengan sebuah perangkat pemantauan cuaca antariksa global yang dikembangkan Thailand, yang dirancang untuk mengamati radiasi kosmik dan cuaca antariksa dari perspektif Bulan. Itu akan menjadi pertama kalinya bagi instrumen ilmiah dari Thailand memasuki luar angkasa dari orbit Bumi.Misi Chang'e-8 China, yang akan diluncurkan sekitar 2028, menyediakan kapasitas muatan sebesar 200 kilogram (kg) untuk kerja sama internasional, dan beberapa aplikasi dari Thailand untuk robot operasi permukaan Bulan dan muatan ilmiah saat ini sedang menjalani proses seleksi.China mengimplementasikan tahap keempat dari program eksplorasi Bulan mereka dengan target utama membangun model dasar Stasiun Penelitian Bulan Internasional, ujar Guan Feng, Direktur Pusat Eksplorasi Bulan dan Teknik Luar Angkasa (Lunar Exploration and Space Engineering Center) CNSA.Fase keempat itu mencakup misi Chang'e-4, Chang'e-6, Chang'e-7, dan Chang'e-8.China dan Thailand akan memperkuat kerja sama di bidang eksplorasi luar angkasa, aplikasi luar angkasa, dan peningkatan kapasitas luar angkasa, dengan melaksanakan proyek-proyek luar angkasa bersama, program pertukaran ilmiah dan program pelatihan personel, pertukaran data dan informasi, serta bentuk-bentuk kolaborasi lainnya, menurut MoU.Kedua belah pihak akan melakukan penelitian terkait dan menyusun rencana tentang demonstrasi, implementasi teknik, operasi, dan aplikasi Stasiun Penelitian Bulan Internasional.Negara-negara lain, organisasi internasional, institut penelitian, universitas, entitas industri, dan ilmuwan juga dipersilakan untuk bergabung dalam program Stasiun Penelitian Bulan Internasional, dan mendapatkan manfaat dari eksplorasi luar angkasa bersama, ungkap MoU."Dalam hal kerja sama global, China telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan lebih dari 10 negara dan organisasi internasional. Lebih banyak negara dan organisasi internasional dipersilakan untuk berpartisipasi dalam diskusi, konstruksi, dan berbagi, guna bersama-sama membangun fasilitas penelitian ilmiah di permukaan Bulan demi kepentingan umat manusia," imbuh Guan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Astronaut baru China akan terima pelatihan untuk misi pendaratan di Bulan
Indonesia
•
30 Oct 2024

China luncurkan platform numerik satelit meteorologi yang terintegrasi
Indonesia
•
16 Nov 2024

Tim peneliti China ungkap mikrobiom usus pengaruhi usia seseorang
Indonesia
•
13 Jun 2024

China tawarkan peluang kerja sama internasional melalui misi Chang'e di Bulan
Indonesia
•
25 Nov 2022


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
