
Ilmuwan China ungkap tujuan dan muatan misi Chang'e-7 yang akan selidiki es air di Bulan

Bulan purnama terlihat di langit Kuwait City, Kuwait, pada 27 Desember 2023. (Xinhua/Asad)
Misi Chang'e-7 dirancang untuk menyelidiki proses pembentukan dan evolusi Bulan, lingkungan antariksa, dan pemanfaatan sumber daya in-situ di Bulan, yang akan menjadi fondasi bagi pendirian stasiun penelitian Bulan jangka panjang di masa depan.
Beijing, China (Xinhua) – Melalui sebuah makalah, ilmuwan antariksa China mengungkapkan tujuan ilmiah dan muatan yang akan dibawa oleh wahana antariksa Chang'e-7 milik negara itu, yang akan menyelidiki es air di kawah bayangan (shadow pit) di dekat kutub selatan Bulan.Negara itu berencana meluncurkan Chang'e-6 untuk mendarat di Bulan pada paruh pertama 2024 guna mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan dan mengirimkan wahana Chang'e-7 sekitar 2026 untuk melaksanakan misi eksplorasi sumber daya di kutub selatan Bulan.Artikel ulasan yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal National Science Review menguraikan beberapa target ilmiah dari misi tersebut, di antaranya adalah es air dan komponen-komponen volatil dalam tanah Bulan, morfologi dan komposisi Bulan, struktur internal dan medan magnet Bulan, lanskap kutub selatan Bulan, magnetotail dan lapisan plasma Bumi, serta eksperimen pengukuran very-long-baseline interferometry (VLBI) Bulan-Bumi.Para peneliti dari Pusat Ilmu Antariksa Nasional China yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China, bersama Pusat Eksplorasi Bulan dan Teknik Luar Angkasa China (China Lunar Exploration and Space Engineering Center), mengindikasikan di dalam makalah tersebut bahwa platform-platform deteksi pada misi Chang'e-7 akan dilengkapi dengan total 18 muatan.Eksperimen VLBI Orbit Bulan (Lunar Orbit VLBI Experiment/LOVEX), Pencitraan Atom Saraf Energetik Berbasis Grid (Grid-based Energetic Neural Atom Imager/GENA), dan Kamera Ultraviolet Ekstrem (Extreme Ultraviolet Camera/EUC) akan dipasang pada satelit relai bernama Queqiao-2 yang akan diluncurkan pada paruh pertama tahun ini.Wahana utama Chang'e-7 akan terdiri dari wahana pengorbit (orbiter), wahana pendarat (lander), wahana penjelajah (rover), dan wahana terbang mini (mini-flying probe). Bersama wahana penjelajah dan wahana terbang mini, wahana pendarat akan mendarat di tepi kawah yang terang di dekat kutub selatan Bulan, urai makalah tersebut.Muatan yang akan dipasang pada wahana utama mencakup kamera, radar, alat penganalisis mineral dan air, spektrometer, magnetometer, seismograf, dan detektor zat volatil, papar makalah itu.Misi Chang'e-7 dirancang untuk menyelidiki proses pembentukan dan evolusi Bulan, lingkungan antariksa, dan pemanfaatan sumber daya in-situ di Bulan, yang akan menjadi fondasi bagi pendirian stasiun penelitian Bulan jangka panjang di masa depan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Terapi suara non-invasif tingkatkan harapan bagi pengobatan Alzheimer
Indonesia
•
08 Jan 2026

SpaceX berencana luncurkan roket Starship raksasa pekan ini
Indonesia
•
06 Mar 2025

Presiden Pakistan sebut negaranya perlu adopsi teknologi digital untuk tingkatkan ekonomi
Indonesia
•
12 Mar 2023

Tim ilmuwan China laporkan ukuran partikel regolit sisi jauh Bulan
Indonesia
•
31 Aug 2022


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
