NASA umumkan empat awak untuk misi bersejarah Artemis II ke Bulan

oto para awak misi Artemis II NASA (kiri ke kanan): Astronaut NASA Christina Hammock Koch, Reid Wiseman (duduk), Victor Glover, dan astronaut Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency) Jeremy Hansen. (Sumber: NASA)
Misi Artemis II yang dijadwalkan untuk akhir 2024 akan menjadi penerbangan berawak pertama yang membuka jalan bagi misi-misi permukaan Bulan di masa depan, dengan para astronaut akan terbang mengelilingi Bulan guna menguji kemampuan dasar NASA untuk eksplorasi manusia di luar angkasa dalam (deep space), roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System), serta wahana antariksa Orion.
Los Angeles, AS (Xinhua) – NASA pada Senin (3/4) mengumumkan empat awak untuk misi Artemis II-nya ke Bulan, penerbangan berawak pertama yang membuka jalan bagi misi-misi permukaan Bulan di masa depan.Keempat astronaut tersebut adalah Victor Glover, Christina Koch, dan Reid Wiseman dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency).Selama misi Artemis II, keempat astronaut akan terbang mengelilingi Bulan guna menguji kemampuan dasar NASA untuk eksplorasi manusia di luar angkasa dalam (deep space), roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System), serta wahana antariksa Orion, pertama kalinya dengan awak.Misi tersebut saat ini dijadwalkan untuk akhir 2024.Keempat awak akan lepas landas dari Kompleks Peluncuran 39B di Kennedy Space Center NASA di Florida, mengangkasa ke luar atmosfer Bumi di atas megaroket Bulan milik NASA.Setelah sekitar dua hari, mereka akan memeriksa sistem wahana antariksa Orion dan melakukan uji demonstrasi penargetan yang relatif dekat dengan Bumi sebelum memulai perjalanan menuju Bulan, menurut NASA.Pada jarak maksimal mereka, para awak akan terbang sekitar 6.400 mil (10.240 kilometer) di luar Bulan. Selama perjalanan pulang yang diperkirakan berlangsung empat hari, para astronaut akan terus mengevaluasi sistem pesawat luar angkasa, lanjut NASA.Para awak akan mendarat di Samudra Pasifik di lepas pantai San Diego ketika kembali ke Bumi.Uji penerbangan selama sekitar 10 hari itu akan membuka jalan bagi misi-misi permukaan Bulan, termasuk mendaratkan perempuan pertama dan orang kulit berwarna pertama di Bulan, kata NASA.Artemis II dibangun di atas kesuksesan misi nirawak Artemis I, yang diluncurkan pada 16 November 2022. Dalam misi tersebut, para engineer untuk pertama kalinya menguji megaroket Bulan baru milik NASA dan mengoperasikan Orion hingga batas maksimalnya guna lebih memahami kinerja wahana itu saat beroperasi di lingkungan yang sulit di luar angkasa dalam selama perjalanan sejauh 1,4 juta mil (2,24 juta kilometer) di luar Bulan dan kembali ke Bumi.Wahana antariksa nirawak Orion kembali ke Bumi pada 11 Desember 2022, menyelesaikan misi uji coba pertama NASA.Tujuan utama dari misi Artemis I adalah mendemonstrasikan sistem Orion di lingkungan penerbangan antariksa dan memastikan keamanan sistem re-entry, turun, mendarat di laut (splashdown), serta pengambilan (recovery) sebelum misi berawak Artemis II, urai NASA.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China dan Indonesia bidik peningkatan kerja sama di bidang tanaman obat
Indonesia
•
25 Aug 2024

Studi baru temukan hubungan trauma masa kecil dengan kematian dan rawat inap COVID-19
Indonesia
•
04 Nov 2023

Kapal udara berawak AS700 China lakukan penerbangan tanpa penumpang umum lintas provinsi perdana
Indonesia
•
23 Aug 2024

Teknologi baru bantu konservasi margasatwa di ‘atap dunia’
Indonesia
•
04 Mar 2024
Berita Terbaru

Mamuju di Sulawesi Barat terpapar radiasi alam 9 kali lebih tinggi dari rata-rata dunia, masuk sorotan PBB
Indonesia
•
01 Mar 2026

Model AI SpecCLIP mampu proses data bintang dari berbagai teleskop
Indonesia
•
27 Feb 2026

Kasus pertama flu burung H5N1 ditemukan pada anjing laut gajah di California
Indonesia
•
27 Feb 2026

Sistem operasi komputer kuantum buatan China, Origin Pilot, dapat diunduh publik
Indonesia
•
27 Feb 2026
