
Kasus pertama flu burung H5N1 ditemukan pada anjing laut gajah di California

Ilustrasi. (karlheinz_eckhardt Eckhardt di Unsplash)
Flu burung H5N1 yang sangat patogen menjangkiti tujuh ekor anak anjing laut di Taman Negara Bagian Ano Nuevo, California, menandai kasus pertama flu burung pada mamalia laut di negara bagian tersebut dan sekaligus deteksi pertama pada spesies anjing laut gajah utara (northern elephant seal).
Sacramento, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Tujuh ekor anak anjing laut di Taman Negara Bagian Ano Nuevo, California, dinyatakan positif terjangkit flu burung H5N1 yang sangat patogen, menandai kasus pertama flu burung pada mamalia laut di negara bagian tersebut dan sekaligus deteksi pertama pada spesies anjing laut gajah utara (northern elephant seal), demikian ungkap para ilmuwan.
Penemuan tersebut terjadi setelah tim peneliti yang dipimpin oleh Roxanne Beltran, seorang profesor Ekologi dan Biologi Evolusioner di Universitas California (UC) Santa Cruz, mengamati sejumlah anjing laut yang menunjukkan gejala pernapasan dan neurologis yang tidak normal pada 19 dan 20 Februari. Gejala-gejala tersebut meliputi kondisi tubuh yang lemah dan tremor.
Sampel yang dikumpulkan dari hewan sakit dan mati segera dikirim ke California Animal Health and Food Safety Laboratory System di UC Davis, di mana skrining awal mengonfirmasi adanya flu burung. Otoritas federal kemudian memverifikasi galur tersebut sebagai H5N1 pada Selasa (24/2) malam waktu setempat.
"Ini deteksi wabah yang sangat cepat pada mamalia laut liar," ujar Christine Johnson, direktur Institut Pandemi di Fakultas Kedokteran Hewan Weill di UC Davis. "Kemungkinan besar kami telah mengidentifikasi kasus-kasus pertama di sini karena tim-tim terkoordinasi yang telah siaga tinggi dengan pengawasan aktif terhadap penyakit ini selama beberapa waktu."
Otoritas Taman Negara Bagian California (California State Parks) telah menutup sementara akses publik ke area pengamatan anjing laut dan membatalkan tur anjing laut gajah berpemandu hingga Maret, seiring dengan upaya para petugas dalam menyelidiki wabah tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi sebut partikel logam mikroskopis berpotensi bunuh sel kanker tanpa rusak jaringan sehat
Indonesia
•
28 Oct 2025

SpaceX berencana lakukan uji terbang keempat Starship pada pekan ini
Indonesia
•
07 Jun 2024

Mendeteksi pencemaran air dengan teknologi sensor ‘solid-state’
Indonesia
•
10 Sep 2020

Megafactory Tesla di Shanghai mulai uji coba produksi
Indonesia
•
31 Dec 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
