
Militer Israel bongkar pusat distribusi bantuan Gaza dukungan AS usai gencatan senjata

Warga Palestina menunggu untuk menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 11 Mei 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Militer Israel membongkar pusat-pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza yang dioperasikan oleh organisasi yang didukung oleh Amerika Serikat setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Israel membongkar pusat-pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza yang dioperasikan oleh organisasi yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, menurut sumber-sumber Palestina pada Ahad (12/10).Sejumlah sumber tersebut, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan langkah tersebut menargetkan fasilitas yang dioperasikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF), sebuah grup swasta asal AS yang dibentuk pada Mei 2025 dengan pendanaan AS dan berada di bawah pengawasan militer Israel untuk menyalurkan bantuan di Gaza.GHF didirikan sebagai alternatif bagi Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) dan organisasi internasional lainnya di tengah tuduhan Israel bahwa Hamas mengalihkan bantuan untuk tujuan militer. Empat pusat utama GHF didirikan di Gaza tengah dan selatan, dikelilingi oleh kawat berduri dan dijaga oleh personel bersenjata, kata sumber-sumber tersebut.Pusat-pusat bantuan itu memicu kemarahan publik di kalangan warga Palestina, yang menggambarkannya sebagai tempat yang tidak aman menyusul insiden yang berulang kali terjadi selama distribusi bantuan. Kantor media Hamas mengatakan lebih dari 2.500 orang tewas dan lebih dari 18.000 lainnya terluka dalam insiden kerumunan dan penembakan sejak GHF beroperasi. Angka-angka tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.Sumber-sumber tersebut mengatakan pembongkaran dilakukan dalam semalam tanpa pemberitahuan sebelumnya, termasuk di lokasi-lokasi yang berada di dekat pos pemeriksaan Netzarim Israel.Pihak militer maupun pemerintah Israel belum memberikan komentar, meskipun Radio Militer Israel melaporkan "proyek pusat distribusi AS telah berakhir tanpa pengumuman resmi."Langkah ini diambil ketika para mediator internasional mendorong untuk memulihkan aliran bantuan ke Gaza setelah dua tahun perang yang menyebabkan sebagian besar dari 2,3 juta orang di daerah kantong tersebut bergantung pada bantuan.Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat (10/10) setelah tiga hari perundingan di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, Turkiye, dan AS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB desak aksi global untuk atasi panas ekstrem
Indonesia
•
27 Jul 2024

China dan Vietnam sepakat upayakan penyelesaian langgeng atas sengketa maritim
Indonesia
•
14 Dec 2023

Penangguhan visa Saudi berlaku atas wisatawan dari beberapa negara
Indonesia
•
02 Mar 2020

Dirjen IAEA akan kunjungi Iran untuk hadiri pembicaraan tingkat tinggi
Indonesia
•
03 Mar 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
