
Studi ungkap dampak partikel plastik kecil terhadap jaring makanan di ekosistem darat

Seorang pekerja menarik karung berisi sampah plastik di tempat pembuangan akhir (TPA) Griyo Mulyo di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, pada 3 Januari 2025. (Xinhua/Sahlan Kurniawan)
Mikroplastik dan nanoplastik, partikel dan serat plastik yang berukuran mulai dari 1 nanometer hingga 5 milimeter, terakumulasi pada sebagian besar tanaman dan biota yang hidup di atas permukaan dan di bawah permukaan tanah, menimbulkan ancaman baru bagi ekosistem laut dan darat.
Kunming, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah penelitian baru telah menyoroti efek ekologis partikel plastik kecil terhadap jaring makanan di ekosistem darat, menjelaskan bagaimana sampah plastik memperparah krisis lingkungan yang sedang berlangsung.Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Trends in Plant Science itu dilakukan bersama oleh para peneliti dari Kebun Raya Tropis Xishuangbanna (Xishuangbanna Tropical Botanical Garden/XTBG) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), King Abdullah University of Science and Technology di Arab Saudi, dan University of Southern Denmark.Mikroplastik dan nanoplastik (microplastic and nanoplastic/MNP), partikel dan serat plastik yang berukuran mulai dari 1 nanometer hingga 5 milimeter, menimbulkan ancaman baru bagi ekosistem laut dan darat.Para peneliti menemukan bahwa MNP terakumulasi pada sebagian besar tanaman yang diteliti dan biota yang hidup di atas permukaan dan di bawah permukaan tanah (aboveground/AG-belowground/BG). Partikel-partikel ini dapat berpindah di sepanjang jaring-jaring makanan AG-BG, yang berpotensi mengganggu fungsi ekosistem."Setelah diserap oleh tanaman, MNP berinteraksi dengan herbivora, polinator (perantara penyerbukan), dan mikoriza," ujar Xu Guorui, seorang peneliti di XTBG, kepada Xinhua.Penelitian ini juga mengusulkan jalur transfer trofik dan nontrofik utama MNP di sepanjang jaring-jaring makanan AG-BG, yang berpotensi berdampak pada keanekaragaman hayati dan multifungsi ekosistem.Selain itu, para peneliti tersebut menekankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai ekosistem darat untuk menilai secara komprehensif dampak ekologis MNP dan merumuskan strategi untuk mengurangi dampaknya terhadap tanaman dan jaring-jaring makanan yang saling terhubung.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perusahaan China kantongi izin produksi mobil terbang Slovakia
Indonesia
•
07 Apr 2024

China mulai bangun CSNS fase II untuk bantu tingkatkan inovasi ilmiah dan teknologi
Indonesia
•
01 Apr 2024

Tim ilmuwan China usulkan strategi baru untuk obati penyakit peradangan usus
Indonesia
•
14 Mar 2023

Genus baru dinosaurus ‘Sauropodomorpha’ ditemukan di Yunnan, China
Indonesia
•
18 Dec 2024


Berita Terbaru

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Dibekali kamera 200MP, Huawei nova 16s Series 5G resmi meluncur di Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2026
