
Jejak kaki dinosaurus berusia sekitar 200 juta tahun ditemukan di China

Foto yang diabadikan pada 5 Desember 2025 ini menunjukkan jejak kaki dinosaurus di sebuah dinding batu di Kota Dujiangyan, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua)
Jejak kaki dinosaurus dan vertebrata lainnya ditemukan di sebuah dinding batu di Provinsi Sichuan, China barat daya, memberikan pemahaman baru tentang evolusi awal dinosaurus sekitar 200 juta tahun silam.
Chengdu, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah ahli paleontologi mengidentifikasi lebih dari 20 jejak kaki dinosaurus dan vertebrata lainnya di sebuah dinding batu di Provinsi Sichuan, China barat daya, penemuan yang mereka sebut memberikan pemahaman baru tentang evolusi awal dinosaurus sekitar 200 juta tahun silam.Jejak-jejak tersebut ditemukan di Kota Dujiangyan oleh seorang pendaki bulan lalu, dan keasliannya kemudian dikonfirmasi oleh tim peneliti yang dipimpin Xing Lida, seorang lektor kepala di Universitas Geosains China (Beijing). Ini pertama kalinya jejak kaki dinosaurus dilaporkan di Dujiangyan.Xing mengatakan jejak-jejak ini mencakup jejak kaki theropoda dengan berbagai ukuran, yang ditinggalkan oleh dinosaurus pemakan daging, serta jejak jenis chirotherian, yang menyerupai tangan manusia dan dikaitkan dengan reptil archosaurus awal."Yang membuat situs ini sangat berharga adalah sedikitnya ada empat lapisan yang mengawetkan jejak kaki, menunjukkan bahwa dinosaurus hidup di sini dalam jangka waktu yang lama," jelas Xing.Para peneliti juga menemukan sejumlah potongan fosil kayu di dekat jejak-jejak tersebut, termasuk batang pohon yang tumbang dan tunggul tegak yang terawetkan di tempatnya, memberikan informasi tambahan tentang sifat ekosistem setempat lebih dari 200 juta tahun yang lalu.Jiang Shan, peneliti di Museum Dinosaurus Zigong di Sichuan, mengatakan bahwa material yang baru teridentifikasi ini dapat membantu para ilmuwan memahami sejarah evolusi awal dinosaurus di China dengan lebih baik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perusahaan swasta Rusia membuat kluster orbital untuk 510 satelit
Indonesia
•
21 Oct 2020

Detektor radar baru mampu identifikasikan tanda kehidupan dengan cepat
Indonesia
•
31 Jul 2023

China bantu Thailand bangun tokamak untuk penelitian
Indonesia
•
19 Nov 2022

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026


Berita Terbaru

Makin suka dengan merek ‘fast food’, makin banyak gula dan lemak yang dikonsumsi? Ini kata studi
Indonesia
•
14 Sep 2026

Museum pterosaurus pertama di dunia dibuka di China, pamerkan fosil berusia 130 juta tahun
Indonesia
•
14 Sep 2026

Jantung ternyata punya ‘kalender’ sendiri, 70 persen orang ikuti ritme hingga berbulan-bulan
Indonesia
•
15 Sep 2026

MatBrain, AI China yang bisa berpikir hingga jalankan eksperimen untuk temukan material baru
Indonesia
•
14 Sep 2026
