
Meta harus bayar ganti rugi 10,16 triliun rupiah terkait dampak Facebook dan Instagram pada remaja

Orang-orang berjalan di atas rel yang tidak lagi digunakan di taman High Line di New York, Amerika Serikat, pada 8 November 2025. (Xinhua/Zhang Fengguo)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pengadilan di Negara Bagian New Mexico, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (6/8) memerintahkan raksasa media sosial Meta, perusahaan induk Instagram dan Facebook, untuk membayar ganti rugi sebesar 567 juta dolar AS guna menangani kerugian yang ditimbulkan platform-platformnya terhadap anak muda.
*1 dolar AS = 17.919 rupiah
Seorang hakim memutuskan bahwa perusahaan tersebut telah menciptakan "gangguan publik" di negara bagian itu, dan memerintahkan Meta untuk menerapkan serangkaian langkah perlindungan bagi remaja.
Langkah-langkah tersebut mencakup pembatasan bulanan terkait penggunaan Facebook dan Instagram bagi remaja, pembatasan notifikasi, pengawasan yang lebih ketat terhadap kontak antara orang dewasa dan anak di bawah umur, pengamanan untuk bot percakapan (chatbot) kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta peninjauan yang lebih ketat terhadap laporan pelecehan seksual terhadap anak.
Putusan tersebut dijatuhkan pada tahap kedua persidangan penting di mana pihak Meta kalah pada Maret lalu.
Pada tahap pertama, majelis juri memerintahkan Meta untuk membayar denda perdata sebesar 375 juta dolar AS setelah menemukan bahwa perusahaan itu melanggar undang-undang perlindungan konsumen di negara bagian tersebut dengan memberikan gambaran yang keliru mengenai tingkat keamanan Facebook dan Instagram bagi anak-anak.
"Keputusan hari ini adalah kemenangan bagi setiap orang tua yang khawatir tentang dampak media sosial terhadap anak mereka dan setiap anak yang berhak tumbuh dengan lebih aman di dunia maya," tutur Jaksa Agung New Mexico Raul Torrez dalam sebuah pernyataan.
Meta pada Kamis malam waktu setempat menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
"Kami tetap yakin dengan rekam jejak kami dalam melindungi remaja di dunia maya dan akan terus membela diri dari berbagai tuduhan yang tidak mencerminkan fakta," kata juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Analisis – Akankah aliansi oposisi baru Israel ‘Together’ patahkan dominasi Netanyahu dalam politik Israel?
Indonesia
•
30 Apr 2026

Senat AS setujui paket bantuan luar negeri senilai 95 miliar dolar AS untuk Israel dan Ukraina
Indonesia
•
25 Apr 2024

BioNTech perkirakan penjualan vaksin COVID-19 akan turun
Indonesia
•
28 Mar 2023

COVID-19 – Polisi Belanda tembaki demonstran
Indonesia
•
22 Nov 2021


Berita Terbaru

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026

Telaah – Xi ke Washington, Pertanyaan besarnya: Bisakah China-AS lolos dari ‘Thucydides Trap’? (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
23 Sep 2026

Telaah – Xi ke Washington, Pertanyaan besarnya: Bisakah China-AS lolos dari ‘Thucydides Trap’? (Bagian 2 - selesai)
Indonesia
•
23 Sep 2026

Iran punya teknologi rudal jarak jauh, IRGC klaim uji coba hantam kapal induk AS sejauh 500 km
Indonesia
•
23 Sep 2026
