Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti

Anak-anak pengungsi berdiri di dekat tenda mereka di sebuah kamp di pinggiran Aden, Yaman, pada 3 November 2025. (Xinhua/Murad)

Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Hampir 130.000 orang telah mengungsi di tujuh kegubernuran di Yaman akibat situasi keamanan yang memburuk, dengan banyak di antara mereka terpaksa mengungsi berulang kali, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Senin (21/9).

"Jumlahnya terus bertambah. Pada 18 September, kami mencatat 118.086 orang pengungsi. Tiga hari kemudian, angkanya bertambah 11.352 orang," kata Direktur Regional IOM untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Othman Belbeisi.

Menurut data terbaru IOM, Kegubernuran Taiz menampung jumlah pengungsi terbanyak, yakni 73.494 orang.

Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi menguasai sebagian wilayah negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa. Kondisi itu mendorong intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.

Konflik bertahun-tahun, kesulitan ekonomi, dan bencana alam yang berulang telah menyebabkan jutaan warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, hingga Ahad (20/9) malam waktu setempat, sebanyak 3.106 orang telah menyeberangi Laut Merah dari Yaman menuju Djibouti, kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait