
Mesir dan Yaman tolak ‘militerisasi’ Laut Merah

Sebuah tanker pengangkut produk minyak bumi terlihat di Laut Merah di dekat pintu masuk Terusan Suez di Kegubernuran Suez, Mesir, pada 11 Maret 2026. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Luar Negeri Yaman Shaya Mohsen al-Zindani, yang sedang berkunjung, pada Ahad (24/5) menolak setiap upaya untuk "menginternasionalisasi atau memiliterisasi" Laut Merah dan Teluk Aden.
Dalam pembicaraan mereka di Kairo, kedua menteri membahas keamanan jalur perairan penting tersebut, dengan Abdelatty menekankan penolakan tegas Mesir terhadap pihak "nonpesisir" mana pun yang melibatkan diri dalam pengaturan maritim regional, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.
Abdelatty menekankan bahwa pencapaian keamanan dan tata kelola untuk jalur perairan strategis tersebut akan tetap menjadi tanggung jawab eksklusif dari negara-negara pesisir Arab dan Afrika.
Kedua belah pihak sepakat tentang perlunya pendekatan komprehensif terhadap keamanan Laut Merah, mendesak pergeseran dari perspektif militer yang sempit untuk memasukkan prioritas ekonomi dan pembangunan negara-negara pesisir.
Abdelatty juga menyoroti pentingnya mempercepat pengaktifan mekanisme untuk Dewan Negara-Negara Arab dan Afrika yang Berbatasan dengan Laut Merah dan Teluk Aden.
Berbicara soal situasi di Yaman, Abdelatty menegaskan kembali dukungan Kairo untuk persatuan dan integritas wilayah negara tersebut, serta dukungan berkelanjutan Mesir untuk lembaga-lembaga negara dan pemerintah yang sah dalam memenuhi aspirasi rakyat Yaman.
Kedua pejabat tersebut juga membahas perkembangan regional yang lebih luas, khususnya negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Abdelatty menyatakan harapan agar upaya diplomatik ini menghasilkan kesepakatan komprehensif yang mampu mengatasi kekhawatiran semua pihak, membantu mengakhiri konflik, serta menyelamatkan kawasan tersebut dari eskalasi dan ketegangan lebih lanjut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026

Exxon akan keluar dari Rusia, tangguhkan investasi lebih lanjut
Indonesia
•
02 Mar 2022

AS kirim pasukan ke Saudi menyusul serangan Aramco
Indonesia
•
21 Sep 2019

Ukraina setujui gencatan senjata 30 hari dalam pembicaraan dengan AS di Arab Saudi
Indonesia
•
12 Mar 2025


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
