Iran minta Houthi tutup Selat Bab el-Mandeb jika AS serang pembangkit listrik

Foto yang diabadikan menggunakan kamera ponsel ini menunjukkan kapal-kapal komersial yang tertahan di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Iran telah meminta kelompok Houthi Yaman untuk bersiaga menutup Selat Bab el-Mandeb jika Amerika Serikat (AS) menyerang pembangkit listrik milik Iran, lapor Reuters pada Kamis (16/7).

Mengutip tiga sumber, yaitu dua pejabat senior Iran dan satu sumber regional yang mengetahui isu tersebut, Reuters menyebut bahwa gagasan itu telah dibahas di kalangan kepemimpinan Iran, dan disampaikan kepada kelompok Houthi.

Reuters juga mengutip satu sumber yang dekat dengan Houthi, menyatakan bahwa kelompok tersebut telah merampungkan persiapan untuk menyerang kapal-kapal yang melintasi Bab el-Mandeb dengan mengerahkan rudal dan drone di dekat selat itu, yang berfungsi sebagai gerbang menuju Laut Merah sekaligus jalur utama bagi pasokan energi global.

Sumber tersebut menambahkan bahwa sejumlah perwakilan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guard Corps) Iran yang saat ini telah berada di Yaman akan menentukan kapan Selat Bab el-Mandeb ditutup.

Militer AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir, dengan mengeklaim bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan angkatan bersenjata Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz, dan bertujuan untuk "melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial."

Iran merespons hal itu dengan melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait