
Houthi Yaman akan batasi serangan di Laut Merah usai gencatan senjata Gaza

Foto yang diabadikan dengan sebuah ponsel pada 31 Desember 2024 ini menunjukkan asap mengepul dari kompleks militer pascaserangan udara di Sanaa tengah, Yaman. Serangkaian serangan udara menghantam Sanaa pada Selasa (31/12) sore waktu setempat, menargetkan situs militer di bawah kendali Houthi, demikian dilaporkan stasiun TV al-Masirah yang dikelola Houthi. (Xinhua/Str)
Houthi akan membatasi serangan maritim hanya pada kapal-kapal yang terkait dengan Israel, tergantung pada implementasi penuh kesepakatan gencatan senjata Gaza.
Aden, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Kelompok Houthi Yaman mengatakan akan membatasi serangan maritim hanya pada kapal-kapal yang terkait dengan Israel, tergantung pada implementasi penuh kesepakatan gencatan senjata Gaza, demikian menurut Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan (Humanitarian Operations Coordination Center/HOCC).Berbeda dari pendirian mereka sebelumnya, HOCC yang berbasis di Sanaa, yang bertindak sebagai perantara antara Houthi dan operator perkapalan komersial, menyatakan penangguhan "sanksi" terhadap kapal-kapal yang dimiliki oleh entitas AS atau Inggris atau kapal-kapal yang berlayar di bawah bendera mereka."Kami menegaskan bahwa, jika terjadi agresi terhadap Republik Yaman oleh Amerika Serikat, Inggris, atau entitas Israel yang merampas kedaulatan, sanksi akan diberlakukan kembali terhadap agresor tersebut," ungkap HOCC dalam komunikasi via email kepada pejabat industri perkapalan pada Ahad (19/1), di mana HOCC tetap mempertahankan nada peringatan.HOCC mengatakan bahwa kelompok Houthi akan berhenti menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel "setelah implementasi penuh dari semua fase" kesepakatan gencatan senjata Gaza yang dicapai pada Rabu (15/1) lalu melalui mediasi Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat, dan mulai berlaku pada Ahad.Perkembangan tersebut terjadi di tengah gangguan signifikan terhadap perdagangan maritim global, saat perusahaan-perusahaan perkapalan besar memilih mengubah rute kapal mereka dengan mengarungi ujung selatan Afrika, meninggalkan rute Laut Merah yang penting karena masalah keamanan.
Foto yang diabadikan melalui ponsel ini menunjukkan asap mengepul pascaserangan udara di Sanaa, Yaman, pada 4 Oktober 2024. (Xinhua/Mohammed Azaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bulgaria akan hentikan izin penempatan pesawat militer AS di Sofia pada akhir Juni
Indonesia
•
30 May 2026

Setengah juta liter air Zamzam disediakan di Masjidil Haram untuk buka puasa
Indonesia
•
04 Apr 2022

China siap dukung dan bantu Somalia dalam rekonstruksi dan perang antiteror
Indonesia
•
10 Dec 2022

Ribuan warga Yordania gelar protes pembunuhan warga Palestina oleh Israel
Indonesia
•
28 Jan 2023


Berita Terbaru

Amerika Serikat terus menerus plinplan, Menlu Iran tak jamin ada perdamaian
Indonesia
•
30 May 2026

Belum ada kesepakatan yang difinalisasi dengan AS, Iran tegaskan hak kelola Selat Hormuz
Indonesia
•
30 May 2026

Hakim AS perintahkan nama Trump dihapus dari Kennedy Center
Indonesia
•
30 May 2026

Kekerasan seksual terkait konflik meningkat tajam di seluruh dunia pada 2025
Indonesia
•
30 May 2026
