
Menuju era 6G: Peneliti China ciptakan sistem internet super cepat, tembus 512 Gbps

Foto dokumentasi ini menunjukkan stasiun pemancar 5G yang dibangun oleh China Tower di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/China Tower)
Sistem komunikasi terpadu mencapai transmisi sinyal saluran tunggal sebesar 512 Gbps melalui serat optik dan 400 Gbps melalui jaringan nirkabel.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti China telah mengembangkan sistem komunikasi terpadu yang menghubungkan serat optik dan jaringan nirkabel, mencetak rekor dunia baru dalam kecepatan transmisi data. Demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan pekan ini di jurnal Nature.
Meningkatnya permintaan akan daya komputasi di pusat-pusat data AI dan pengembangan jaringan nirkabel 6G generasi berikutnya membutuhkan transmisi sinyal berkecepatan tinggi dan latensi rendah di berbagai skenario.
Namun, perbedaan arsitektur sinyal dan hardware antara sistem komunikasi serat optik dan sistem komunikasi nirkabel telah mempersulit pencapaian transmisi end-to-end berkecepatan tinggi dan kompatibel antara kedua sistem tersebut pada infrastruktur yang sama, sehingga menimbulkan tantangan besar bagi jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi.
Tim peneliti, yang terdiri dari Universitas Peking, Laboratorium Peng Cheng, Universitas ShanghaiTech, dan Pusat Inovasi Optoelektronik Nasional, telah mengembangkan sistem komunikasi terpadu yang mencapai transmisi sinyal saluran tunggal sebesar 512 Gbps melalui serat optik dan 400 Gbps melalui jaringan nirkabel.

Menurut Wang Xingjun, salah satu penulis utama makalah tersebut di Universitas Peking, sistem baru tersebut mendukung transmisi mode ganda melalui serat optik dan jaringan nirkabel, tidak hanya menghindari keterbatasan bandwidth dan akumulasi kebisingan, tetapi juga meningkatkan kemampuan antiinterferensi.
Tim tersebut juga menyimulasikan skenario akses pengguna 6G skala besar, mendemonstrasikan akses video 8K secara real-time multisaluran di 86 saluran, dengan bandwidth transmisi lebih dari sepuluh kali lipat dari standar 5G saat ini.
Selain memungkinkan komunikasi berkapasitas sangat besar, sistem tersebut menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam hal konsumsi energi, biaya, dan skalabilitas untuk penerapan skala besar. Seluruh arsitektur optik dari sistem itu memungkinkan integrasi tanpa hambatan dengan jaringan optik yang ada, mendorong konvergensi yang mendalam antara jaringan akses seluler dan jaringan serat optik.
Wang mencatat bahwa sistem baru tersebut memiliki potensi penerapan yang signifikan dalam skenario seperti stasiun pemancar 6G dan pusat data nirkabel, serta dapat membentuk kembali arsitektur sistem telekomunikasi, sehingga dapat meletakkan dasar bagi komunikasi serat optik-nirkabel terintegrasi yang berkecepatan tinggi dan ultra-broadband generasi berikutnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China mulai bangun kapal kontainer listrik besar untuk kurangi emisi karbon
Indonesia
•
08 Nov 2024

Fosil vertebrata 101 juta tahun ditemukan di timur laut China
Indonesia
•
02 Oct 2021

Pasien bertahan hidup 48 jam tanpa dua paru-paru dengan organ buatan
Indonesia
•
02 Feb 2026

Emisi gas rumah kaca tahunan Australia turun 1,9 persen
Indonesia
•
26 Feb 2026


Berita Terbaru

Peneliti Spanyol gunakan ‘drone’ dan AI untuk identifikasi gandum yang tahan terhadap perubahan iklim
Indonesia
•
01 May 2026

Sinar matahari bisa ubah limbah plastik jadi bahan bakar bersih
Indonesia
•
30 Apr 2026

Peneliti buat peta pertama untuk reseptor penciuman di hidung
Indonesia
•
30 Apr 2026

Ada mikroplastik di dalam otak manusia, peneliti ungkap pola distribusinya
Indonesia
•
30 Apr 2026
