Taikonaut Shenzhou-19 akan lakukan eksperimen di orbit pada lalat buah

Wahana antariksa berawak Shenzhou-19, yang dibawa menggunakan roket pengangkut Long March-2F, lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 30 Oktober 2024. (Xinhua/Lian Zhen)
Taikonaut Shenzhou-19 akan melakukan 86 eksperimen ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dengan salah satu di antaranya sangat menarik, yakni penelitian lalat buah, yang bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan dan perilaku serangga ini pada lokasi yang berjarak 400 km di atas Bumi.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Taikonaut Shenzhou-19 yang baru saja lepas landas memulai perjalanan mereka di stasiun luar angkasa China dalam misi yang akan berlangsung selama enam bulan. Jadwal padat mereka mencakup 86 eksperimen ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dengan salah satu di antaranya sangat menarik, yakni penelitian lalat buah, yang bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan dan perilaku serangga ini pada lokasi yang berjarak 400 km di atas Bumi.Lalat buah merupakan salah satu spesies model yang sering digunakan dalam eksperimen genetik. Serangga ini berukuran kecil, dengan panjang hanya 3 hingga 4 milimeter, dan memiliki siklus hidup yang pendek dengan kemampuan reproduksi yang cepat, sehingga dapat menghasilkan banyak keturunan dalam waktu singkat, demikian menurut Zhang Wei, seorang peneliti yang terlibat dalam pemilihan eksperimen ilmiah di orbit (in-orbit), di Pusat Teknologi dan Rekayasa Pemanfaatan Antariksa yang dinaungi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS)."Gen lalat buah memiliki banyak kemiripan dengan gen manusia, sehingga penelitian tersebut dapat membantu memahami penyakit genetik manusia dan memberikan wawasan tentang bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan luar angkasa," kata Zhang dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Seekor lalat buah oriental (Bactrocera dorsalis) terlihat di sebuah taman di Manila, Filipina, pada 9 Mei 2021. (Xinhua/Rouelle Umali)
Seorang staf mengamati kondisi ikan zebra untuk cadangan di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 25 April 2024. (Xinhua/Jin Liwang)
Sejumlah peneliti memeriksa sampel-sampel eksperimental stasiun luar angkasa yang dibawa pulang oleh wahana antariksa Shenzhou-18 di Pusat Teknologi dan Rekayasa Pemanfaatan Luar Angkasa yang dinaungi Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing, ibu kota China, pada 4 November 2024. (Xinhua/Pusat Teknologi dan Rekayasa Pemanfaatan Luar Angkasa yang dinaungi Akademi Ilmu Pengetahuan China)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Wahana Bulan China akan bawa muatan dari badan antariksa Eropa dan Prancis
Indonesia
•
15 Jun 2023

COVID-19 – 2 kandidat obat anti virus China masuk uji coba pada manusia
Indonesia
•
24 Nov 2021

Gunung Shada di Saudi formasi geologi unik dengan gua berusia 3.000 tahun
Indonesia
•
15 Aug 2020

China dan ASEAN tingkatkan kerja sama dalam penggunaan teknologi nuklir secara damai
Indonesia
•
03 Oct 2023
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026
