China ciptakan ‘silikon termurni’ di dunia, berhasil produksi massal silikon-28 ultra murni

Diagram skematik yang disediakan oleh Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China ini menunjukkan cip 'Zuchongzhi 3.0'. (Xinhua/Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China)

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China mencapai terobosan dalam pengembangan material penting yang digunakan dalam cip kuantum berbasis silikon, yang akan memperkuat ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir. Demikian diumumkan China National Nuclear Corporation (CNNC) pada Senin (15/6).

Sebuah tim dari Institut Penelitian Teknik Fisika dan Kimia Industri Nuklir (Research Institute of Physical and Chemical Engineering of Nuclear Industry/RIPCENI), yang berafiliasi dengan China Nuclear Energy Industry Corp. di bawah naungan CNNC, untuk pertama kalinya berhasil mencapai produksi massal dan mandiri isotop silikon-28 dengan tingkat kelimpahan melebihi 99,99 persen.

Kemajuan tersebut akan memfasilitasi pengembangan mandiri material inti untuk komputasi kuantum berbasis silikon di China, sekaligus memperkuat pengembangan proses manufaktur semikonduktor canggih, navigasi high-end, dan benchmark pengukuran, ungkap para ahli.

Silikon-28, sebuah isotop silikon yang stabil, dapat secara signifikan mengurangi gangguan derau lingkungan dalam komputasi kuantum. Disebut-sebut sebagai "silikon termurni", silikon-28 merupakan material inti yang sangat diperlukan untuk cip kuantum berbasis silikon.

Terobosan tersebut membuka jalan bagi China untuk mencapai kontrol bit yang dapat diskalakan dalam komputasi kuantum berbasis silikon, ujar Yu Dapeng, seorang akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).

Perjalanan dari penelitian awal hingga produksi massal isotop silikon-28 berkemurnian tinggi tercapai berkat upaya dedikasi selama bertahun-tahun dari tim peneliti sekaligus menandai pencapaian tonggak bersejarah, sebut Lei Zengguang, seorang akademisi dari Akademi Teknik China (Chinese Academy of Engineering).

Para peneliti RIPCENI kini berniat untuk fokus pada pengembangan serangkaian produk isotop stabil guna memenuhi permintaan yang besar di berbagai bidang, seperti energi nuklir dan kedokteran nuklir, kedirgantaraan, informasi kuantum, fisika partikel, serta eksplorasi antariksa.

Para ahli menjelaskan bahwa isotop stabil memiliki nilai yang tak tergantikan di berbagai bidang, termasuk pencitraan medis nuklir, radioterapi berpresisi, pelacakan lingkungan, dan penelitian fisika dasar.

Dalam memajukan teknik dan industrialisasi teknologi isotop stabil, penelitian dan pengembangan RIPCENI sejauh ini telah menghasilkan 26 jenis isotop stabil dari 12 unsur, termasuk molibdenum, telurium, nikel, seng, silikon, dan iterbium. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait