
Menlu Iran sebut Teheran tidak minta gencatan senjata, tak ada alasan untuk bernegosiasi dengan AS

Reruntuhan bangunan terlihat di Teheran, Iran, pada 4 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)
Iran tidak meminta gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel, serta tidak melihat adanya alasan untuk bernegosiasi dengan Washington.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa negaranya tidak meminta gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, serta tidak melihat adanya alasan untuk bernegosiasi dengan Washington.
Dia melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi AS, NBC News, yang ditayangkan pada Kamis (5/3).
"Kami tidak meminta gencatan senjata, dan kami tidak melihat adanya alasan mengapa kami harus bernegosiasi dengan AS karena kami telah bernegosiasi dengan mereka dua kali, dan setiap kali, mereka menyerang kami di tengah proses negosiasi tersebut," ujar Araghchi.
Mengenai kemungkinan invasi darat oleh AS ke Iran, Araghchi mengatakan, "Kami menunggu mereka karena kami yakin dapat menghadapi mereka, dan hal itu akan menjadi bencana besar bagi mereka."
Dia menambahkan bahwa Iran telah sepenuhnya siap menghadapi konflik yang sedang berlangsung dan siap untuk segala kemungkinan lainnya, termasuk invasi darat. Dia menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran sudah siap menghadapi skenario apa pun.
Sementara itu, Iran menyatakan pada Kamis bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) telah menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln dengan menggunakan drone di Teluk Oman, sekitar 340 km di luar perairan teritorial Iran di Teluk Oman.
Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah, IRIB TV, bahwa setelah dihantam drone Iran, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal perusaknya segera menjauh dan saat ini berada di posisi lebih dari 1.000 km dari kawasan tersebut.
Berbagai perkembangan ini terjadi menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Teheran dan sejumlah kota lainnya di Iran yang bermula Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Serangan itu mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarganya, jajaran komandan militer tertinggi Iran, serta warga sipil. Iran kemudian merespons dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan aset-aset Israel dan AS di kawasan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Inggris sebut eskalasi serangan Israel di Gaza "salah"
Indonesia
•
10 Aug 2025

COVID-19 – Turki luncurkan vaksin lokal di tengah lonjakan Omicron
Indonesia
•
03 Jan 2022

Presiden Filipina perintahkan semua menteri mengundurkan diri usai pemilu sela
Indonesia
•
26 May 2025

Biden sebut kesepakatan gencatan senjata Israel-Hizbullah "dirancang untuk menjadi" permanen
Indonesia
•
28 Nov 2024


Berita Terbaru

Krisis Afrika Timur memburuk, 40,5 juta orang kini terancam kelaparan
Indonesia
•
16 Jul 2026

Serangan AS ke Iran tewaskan 35 orang, ratusan lainnya terluka
Indonesia
•
16 Jul 2026

Alarm flu burung H5N1 di Selandia Baru, virus diperkirakan jadi endemik dalam hitungan bulan
Indonesia
•
16 Jul 2026

AS setujui penjualan senjata Rp35,4 Ttriliun kepada Arab Saudi di tengah memanasnya Timur Tengah
Indonesia
•
16 Jul 2026
