Peru putus hubungan diplomatik dengan Iran, soroti eskalasi konflik Timur Tengah

Istana Uskup Agung Lima (Palacio Arzobispal de Lima), sebuah bangunan neo-kolonial bersejarah yang terletak di Plaza Mayor di pusat bersejarah Lima, Peru. (Darya Luganskaya on Unsplash)

Lima, Peru (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Peru mengumumkan pada Selasa (1/9) bahwa pihaknya memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, seraya menyatakan pihaknya "menolak keras hasutan Iran yang memicu eskalasi konflik di Timur Tengah."

"Pemerintah Republik Peru memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran," demikian disampaikan kementerian luar negeri Peru dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada "haluan pasifis yang telah lama dianut" Peru dan komitmennya kepada "hukum internasional dan pembelaan demokrasi."

Peru juga menuduh Iran menghalangi kerja Badan Energi Atom Internasional, menyebutkan bahwa Teheran menolak memberikan akses kepada para inspektur ke fasilitas-fasilitas nuklir dalam beberapa kesempatan dan menghambat proses verifikasi yang diperlukan untuk mencegah produksi senjata nuklir.

Pihak kementerian juga menyatakan keprihatinannya atas apa yang mereka sebut sebagai pembatasan ketat oleh Iran serta gangguan perdagangan internasional melalui Selat Hormuz sejak Maret 2026.

Peru menyatakan pemutusan hubungan diplomatik tidak berarti terputusnya hubungan konsuler, yang menurut Peru tetap diperlukan untuk melindungi warga negara masing-masing dan melaksanakan fungsi-fungsi lain di bawah Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler.

Keputusan Peru itu telah disampaikan kepada Iran melalui nota diplomatik yang dikirimkan melalui Kedutaan Besar Iran di Ekuador, yang juga berfungsi sebagai misi Iran di Peru, kata kementerian tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait