
Menlu China tekankan pentingnya stabilitas hubungan China-AS

Foto yang diabadikan pada 24 September 2015 ini memperlihatkan bendera nasional China (kanan) dan Amerika Serikat serta bendera Washington DC di Constitution Avenue di Washington, ibu kota Amerika Serikat. (Xinhua/Bao Dandan)
“Hubungan China-AS tidak boleh menjadi sebuah permainan menang-kalah (zero-sum) di mana satu pihak mengalahkan yang lain atau satu negara dapat berkembang dengan mengorbankan negara lain."
Washington, AS (Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Qin Gang menulis dalam sebuah artikel bertanda tangan yang diterbitkan pada Rabu (4/1) dalam surat kabar The Washington Post bahwa hubungan China-Amerika Serikat (AS) yang stabil merupakan hal yang "menentukan bagi masa depan planet ini."Sebelum ditunjuk sebagai menlu China pada akhir tahun lalu, Qin telah menjadi duta besar (dubes) China untuk AS sejak Juli 2021, sebuah pengalaman yang menurutnya telah meninggalkan "kenangan penting tentang negara ini". Dia kembali ke China pada awal pekan ini untuk menjabat peran baru.Menceritakan kunjungannya ke seantero AS serta interaksi dengan para pejabat, cendekiawan, pebisnis, media, dan warga sipil AS, Qin mengatakan masa jabatannya sebagai dubes di AS "akan memberikan kekuatan yang tak pernah habis bagi saya sebagai seorang diplomat. Untuk ke depannya, perkembangan hubungan China-AS akan tetap menjadi sebuah misi penting bagi saya dalam posisi baru saya.""Saya meninggalkan AS dengan lebih yakin bahwa pintu hubungan China-AS akan tetap terbuka dan tidak dapat ditutup. Saya juga lebih yakin bahwa rakyat AS, seperti halnya rakyat China, berwawasan luas, ramah, dan pekerja keras. Masa depan kedua rakyat kita, yang juga masa depan seluruh planet ini, bergantung pada hubungan China-AS yang sehat dan stabil," tulisnya dalam artikel tersebut."Masa-masa saya berada di sini juga mengingatkan saya bahwa hubungan China-AS tidak boleh menjadi sebuah permainan menang-kalah (zero-sum) di mana satu pihak mengalahkan yang lain atau satu negara dapat berkembang dengan mengorbankan negara lain," katanya."Dunia ini cukup luas bagi China dan AS untuk berkembang dan makmur. Keberhasilan kedua negara kita merupakan peluang bersama, bukan tantangan pemenang mendapatkan semuanya (winner-take-all). Kita tidak boleh membiarkan prasangka atau kesalahan persepsi memicu konfrontasi atau konflik antara dua rakyat hebat. Kita harus mengikuti panduan strategis presiden kita dan menemukan cara yang tepat untuk menjalin hubungan yang baik demi kesejahteraan dunia," ujar Qin.Guna mencapai tujuan itu, Qin mengatakan, "diperlukan berbagai upaya gigih dari setiap orang," seraya menambahkan bahwa "sejarah akan membuktikan bahwa apa yang telah kita mulai itu penting dan bermanfaat."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia tuduh Inggris dan Prancis pasok senjata nuklir untuk Ukraina
Indonesia
•
25 Feb 2026

Tank-tank Israel masuki pinggiran selatan Gaza City, bentrok dengan Hamas
Indonesia
•
31 Oct 2023

Mengapa harga barang terus naik? Analis soroti dampak 100 hari konflik Iran-AS
Indonesia
•
08 Jun 2026

Sistem baru universitas di Saudi sejalan dengan Visi 2030
Indonesia
•
30 Oct 2019


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
