
China kecam AS terkait kontrol ekspor cip dan pembatasan industri semikonduktor China

Foto yang diabadikan pada 4 Agustus 2022 ini menunjukkan Gedung Putih dan rambu berhenti di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Kontrol ekspor semikonduktor oleh AS terhadap China dinilai merupakan praktik diskriminatif yang melanggar prinsip most-favored-nation yang diatur dalam Pasal 1 Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan (General Agreement on Tariffs and Trade/GATT).
Beijing, China (Xinhua) – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Senin (8/1) mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan kontrolnya atas ekspor cip ke China dan menyasar industri semikonduktor China atas nama keamanan nasional, yang jelas merupakan bentuk penindasan ekonomi.Mao menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers rutin, dan menyatakan bahwa kontrol ekspor semikonduktor oleh AS terhadap China merupakan praktik diskriminatif yang melanggar prinsip most-favored-nation yang diatur dalam Pasal 1 Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan (General Agreement on Tariffs and Trade/GATT).Juru bicara tersebut mengatakan bahwa memasukkan perusahaan-perusahaan peralatan telekomunikasi China ke dalam daftar hitam dan melarang peralatan telekomunikasi buatan China memasuki pasar AS dengan alasan melindungi keamanan siber melanggar prinsip penghapusan umum terhadap pembatasan kuantitatif yang diatur dalam Pasal 11 GATT.Seraya mengatakan bahwa larangan tersebut juga bertentangan dengan ketentuan dalam Perjanjian Hambatan Teknis untuk Perdagangan, Mao mengatakan bahwa terlepas dari penekanan retoriknya terhadap aturan internasional, AS terbiasa mengabaikan dan melanggar aturan yang berlaku."AS menjadikan keamanan nasional sebagai dalih untuk membatasi ekspor cip ke China. Namun, langkah-langkah yang diambilnya jelas melampaui lingkup keamanan nasional dan sangat menghambat perdagangan normal cip biasa untuk penggunaan sipil," ujar Mao.Mengambil Nvidia RTX 4090 sebagai contoh, Mao mengatakan bahwa itu merupakan kartu grafis konsumen untuk para penggemar gim video. Namun, perusahaan terpaksa menarik produk tersebut dari pasar China akibat kontrol ekspor AS."AS telah meminta negara-negara tertentu untuk bergabung dengannya dalam membatasi perusahaan-perusahaan China. Ini tidak ada hubungannya dengan keamanan. Ini sepenuhnya merupakan koersi ekonomi," ujar Mao.Mao mengatakan bahwa semua hal di atas menunjukkan bahwa AS menyasar industri cip China bukan karena alasan keamanan nasional atau sebagai bagian dari kompetisi yang logis."Ini merupakan penindasan sepihak tanpa prinsip atau batasan yang pada dasarnya melanggar hak-hak emerging market dan negara berkembang untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya," ujarnya.Menekankan bahwa tindakan AS memberikan dampak serius terhadap stabilitas rantai pasokan dan industri global, Mao mengatakan bahwa hal itu meracuni atmosfer kerja sama internasional serta memicu perpecahan dan konfrontasi. Tindakan egois ini pasti akan menjadi bumerang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel setujui rencana perluasan permukiman di Dataran Tinggi Golan yang diduduki
Indonesia
•
16 Dec 2024

COVID-19 – Lebih dari 40 negara tertarik vaksin Sputnik V Rusia
Indonesia
•
04 Dec 2020

COVID-19 – Arab Saudi denda 300 bisnis karena langgar protokol kesehatan
Indonesia
•
11 Jan 2021

Israel kemungkinan besar akan setujui proposal Mesir terkait pembebasan sandera
Indonesia
•
28 Mar 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
