Menlu AS sebut operasi Iran akan "berakhir dalam hitungan pekan"

Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan bangunan yang hancur di sebuah area permukiman pascaserangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)

Washington terbuka untuk mengalihkan senjata AS dari Ukraina ke Timur Tengah, meskipun langkah tersebut hingga kini belum dilakukan.

 

Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Jumat (27/3) mengatakan operasi yang sedang berlangsung terhadap Iran diperkirakan akan "berakhir dalam hitungan pekan".

Berbicara kepada wartawan usai menghadiri pertemuan para menlu G7 di Prancis, Rubio mengatakan operasi tersebut akan berakhir "pada waktu yang tepat, dalam hitungan pekan, bukan bulan". Dia mengungkapkan AS masih dapat "mencapai tujuan tanpa pasukan darat", termasuk menghancurkan kemampuan rudal dan drone Iran.

Seorang reporter dari situs berita AS Axios menulis di platform media sosial X bahwa Rubio mengatakan kepada para menlu G7 konflik dengan Iran dapat berlanjut selama "dua hingga empat pekan lagi".

Rubio juga mengatakan Washington terbuka untuk mengalihkan senjata AS dari Ukraina ke Timur Tengah, meskipun langkah tersebut hingga kini belum dilakukan.

Terkait konflik Rusia-Ukraina, Rubio mengatakan tidak ada pertemuan yang saat ini dijadwalkan untuk membahas isu tersebut. Dia juga menolak klaim terbaru Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky soal jaminan keamanan AS yang dikaitkan dengan konsesi teritorial di Donbass, seraya menyebutnya sebagai "kebohongan" dan menegaskan Zelensky telah diberi tahu bahwa jaminan tersebut hanya akan diberikan setelah konflik berakhir.

Pertemuan para menlu G7 digelar di Prancis pada Kamis (26/3) dan Jumat, dengan pembahasan berfokus pada sejumlah isu, termasuk situasi di Iran dan konflik Rusia-Ukraina.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait