Kremlin sebut situasi Timur Tengah berkembang sesuai skenario terburuk

Foto yang diabadikan pada 15 Maret 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di sebuah area permukiman di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)

Konsekuensi konflik Timur Tengah bagi perekonomian global sulit dihitung, tetapi kecil kemungkinannya memberikan dampak positif.

 

Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia terus memantau secara cermat situasi di Timur Tengah dan, untuk saat ini, situasinya berkembang sesuai skenario terburuk, kata juru bicara (jubir) Kremlin, Dmitry Peskov, pada Kamis (26/3).

Konsekuensi konflik Timur Tengah bagi perekonomian global sulit dihitung, tetapi kecil kemungkinannya memberikan dampak positif, ujar Peskov.

Dia juga mengatakan bahwa Moskow berharap situasi di Timur Tengah dapat beralih ke jalur damai dalam waktu dekat. "Kami sungguh-sungguh berharap informasi yang menunjukkan bahwa negosiasi sedang berlangsung adalah benar, karena setiap tindakan yang dapat membantu mewujudkan perdamaian patut mendapatkan dukungan penuh," imbuhnya.

Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Teheran dan beberapa kota lain di Iran, menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Iran merespons dengan meluncurkan serangan misil dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset-aset AS di Timur Tengah, dan juga memberlakukan kontrol ketat atas Selat Hormuz.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait