
Megafactory Tesla di Shanghai mulai uji coba produksi

Kendaraan ke-3 juta yang diproduksi oleh Tesla Gigafactory Shanghai meluncur dari lini perakitan di Shanghai, China timur, 11 Oktober 2024. (Xinhua)
Megafactory milik pabrikan mobil Amerika Serikat, Tesla, di Shanghai dibangun dengan kapasitas awal untuk memproduksi 10.000 unit per tahun, setara dengan sekitar 40 GWh penyimpanan energi.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Megafactory milik pabrikan mobil Amerika Serikat (AS), Tesla, di Shanghai telah memulai uji coba produksi tujuh bulan setelah pembangunannya dimulai, demikian menurut Tesla China pada Selasa (31/12).Perusahaan tersebut pada Selasa mengatakan kepada Xinhua bahwa pabrik itu dikhususkan untuk memproduksi baterai penyimpanan energi Tesla, Megapack, yang produksi massalnya direncanakan akan dimulai secara penuh pada kuartal pertama 2025.Proyek tersebut, pabrik kedua Tesla di Shanghai, menggarisbawahi komitmen perusahaan AS itu untuk berinvestasi pada perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut, menampik retorika "pemisahan diri" (decoupling) dan "penghilangan risiko" (de-risking) dari China yang digaungkan oleh beberapa politisi Amerika.Pembangunan pabrik itu mencetak rekor baru "kecepatan Tesla" di China, saat Gigafactory, pabrik pertama Tesla di pusat keuangan Shanghai di China timur, dibangun dan diresmikan dalam waktu satu tahun pada 2019.Pabrik baru tersebut dibangun dengan kapasitas awal untuk memproduksi 10.000 unit per tahun, setara dengan sekitar 40 GWh penyimpanan energi.Menempati area seluas sekitar 200.000 meter persegi, megafactory tersebut melibatkan total investasi sekitar 1,45 miliar yuan atau sekitar 201.7 juta dolar AS, menurut administrasi Kawasan Khusus Lin-gang di Zona Perdagangan Bebas Percontohan (Shanghai) China.Megafactory itu merupakan yang pertama dari jenisnya yang dibangun oleh Tesla di luar AS, setelah peresmian gigafactory miliknya pada 2019, yang melibatkan investasi awal lebih dari 50 miliar yuan.Dalam upacara peluncuran megafactory tersebut pada Mei, Tesla menandatangani kesepakatan dengan Shanghai Lingang Economic Development (Group) Co., Ltd., mengamankan batch pertama pesanan untuk Megapack di China.*1 yuan = 2.214 rupiah**1 dolar AS = 16.162 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hingga akhir 2021, China bangun lebih dari 1,4 juta BTS 5G
Indonesia
•
10 Feb 2022

China bangun jaringan listrik pintar digital tingkat provinsi pertama
Indonesia
•
12 Jan 2024

Sehelai rambut bisa buktikan kekuatan ikatan ibu dan anak
Indonesia
•
05 Feb 2026

COVID-19 – Rusia klaim vaksin intranasalnya efektif lawan semua jenis virus corona
Indonesia
•
19 Aug 2022


Berita Terbaru

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Dari robot humanoid hingga eVTOL, jurnalis dunia saksikan wajah kota masa depan di Shenzhen
Indonesia
•
27 Jul 2026

Obat Davunetide berpotensi perlambat penyakit otak langka pada pasien perempuan
Indonesia
•
27 Jul 2026

Feature – Mengapa Indonesia tak pernah menemukan dinosaurus? Pameran ini ungkap alasannya
Indonesia
•
26 Jul 2026
