‘Matahari Buatan’ China memecahkan rekor dunia terbaru

Eksperimental superkonduktor tokamak (EAST), atau ‘matahari buatan’ China, telah mencapai operasi plasma suhu tinggi terus menerus selama 1.056 detik dalam eksperimen terbaru pada hari Kamis (30/12/2021), waktu terlama operasi dari jenisnya di dunia. (South Morning China Post)

Jakarta (Indonesia Window) – Super konduktor Tokamak Eksperimental (EAST), atau ‘matahari buatan’ China, telah mencapai operasi plasma suhu tinggi terus menerus selama 1.056 detik dalam eksperimen terbaru pada hari Kamis (30/12), waktu terlama operasi dari jenisnya di dunia.

Terobosan tersebut diumumkan pada hari Jumat oleh Gong Xianzu, seorang peneliti di Institut Fisika Plasma dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (ASIPP), yang bertanggung jawab atas percobaan yang dilakukan di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China bagian timur.

“Kami mencapai suhu plasma 120 juta derajat Celsius selama 101 detik dalam percobaan pada paruh pertama tahun 2021. Kali ini, operasi plasma kondisi mapan dipertahankan selama 1.056 detik pada suhu mendekati 70 juta derajat Celsius, meletakkan padatan landasan ilmiah dan eksperimental menuju berjalannya reaktor fusi,” kata Gong.

Tujuan akhir dari EAST, yang terletak di ASIPP di Hefei, adalah menciptakan fusi nuklir seperti Matahari, menggunakan deuterium yang berlimpah di laut untuk menyediakan aliran energi bersih yang stabil.

Berbeda dengan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam, yang terancam habis dan mengancam lingkungan, bahan mentah yang dibutuhkan untuk ‘matahari buatan’ hampir tidak terbatas di Bumi.

Oleh karena itu, energi fusi dianggap sebagai ‘energi pamungkas’ yang ideal untuk masa depan umat manusia.

Sumber: Kantor Berita Xinhua

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan