
Spesies tenggiling baru ditemukan di China

Foto yang diabadikan pada Mei 2022 ini menunjukkan seekor tenggiling dewasa sedang memeluk anaknya di Institut Penelitian Kehutanan Guangxi di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Huang Haoming)
Manis mysteria, atau tenggiling misterius Asia, ditemukan saat identifikasi spesies molekuler dari sisik tenggiling selundupan yang disita di daerah Yunnan dan Hong Kong di China, ketika haplotipe mitokondria (mitochondrial haplotypes) baru terdeteksi.
Kunming, China (Xinhua) – Para peneliti China menemukan spesies tenggiling baru berdasarkan data genomik yang dikumpulkan dari sisik tenggiling.Spesies tenggiling baru tersebut diberi nama Manis mysteria, atau tenggiling misterius Asia. Lebih dari 100 tahun telah berlalu sejak terakhir kali para peneliti menemukan spesies tenggiling, yakni tenggiling Filipina.Tenggiling merupakan salah satu mamalia liar yang paling banyak diperdagangkan secara ilegal di dunia. Secara total ada delapan spesies tenggiling yang diketahui sebelum penemuan baru ini, yang semuanya tercantum dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN), dan tiga di antaranya diklasifikasikan sebagai ‘sangat terancam punah’ (critically endangered).Spesies tenggiling baru itu ditemukan saat identifikasi spesies molekuler dari sisik tenggiling selundupan yang disita di daerah Yunnan dan Hong Kong di China, ketika haplotipe mitokondria (mitochondrial haplotypes) baru terdeteksi, kata Yu Li, seorang peneliti di Universitas Yunnan, yang berpartisipasi dalam penelitian gabungan tersebut.Tenggiling China mengalami pemulihan yang stabil pada populasi liarnya dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan yang nyata di habitat alami mereka, menurut Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China.Sejauh ini, hewan tersebut telah ditemukan di 10 provinsi di seluruh China, termasuk Guangdong, Jiangxi, Zhejiang, Fujian, dan Hainan, ungkap Hua Yan, seorang pejabat dari pusat penelitian perlindungan tenggiling di bawah naungan administrasi tersebut.Sejumlah populasi pengembangbiakan tenggiling China telah ditemukan di beberapa daerah yang disebutkan itu, menurut pemerintah.Tenggiling merupakan spesies yang penting secara ekologis, yang memengaruhi struktur, fungsi, dan kesehatan ekosistem hutan. Karena perburuan yang berlebihan dan hilangnya habitat mereka, populasi tenggiling di alam liar pernah merosot tajam.China meningkatkan perlindungan tenggiling ke level tertinggi dan telah mengadopsi langkah-langkah legislatif untuk melindungi spesies tersebut.Hasil penelitian itu baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

El Nino sangat kuat kini terjadi di Samudra Pasifik tropis, risiko cuaca kering meningkat
Indonesia
•
17 Jun 2026

Peneliti Singapura kembangkan model berbasis AI untuk prediksi kambuhnya kanker hati
Indonesia
•
22 Jul 2025

Antarmuka penciuman nirkabel hadirkan aroma pada pengalaman VR
Indonesia
•
15 May 2023

Studi ungkap hubungan antara pencairan lapisan es bipolar asimetris dan perubahan iklim global
Indonesia
•
05 Aug 2024


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
