Malaysia harap terlibat dalam pembangunan di Kalimantan

Malaysia harap terlibat dalam pembangunan di Kalimantan
PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) dan Presiden RI Joko Widodo (kanan) pada konferensi pers bersama di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021). (Sekretariat Kepresidenan RI/YouTube/tangkapan layar)

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob berharap kalangan bisnis dan ahli niaga dari negaranya dapat dilibatkan dalam pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia di Pulau Kalimantan.

“Karena Presiden dan pemerintah Indonesia sedang membangunkan Kalimantan yang memang bersepadan dengan Malaysia yaitu Sabah dan Serawak, saya mohon wisatawan Malaysia dan bisnis, ahli perniagaan Malaysia boleh terlibat bersama dengan pembangunan di Kalimantan,” kata PM Ismail dalam konferensi pers bersama dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu.

Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah membangun sejumlah infrastruktur untuk menunjang pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

PM Ismail juga mengapresiasi hubungan penting dan strategis di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia yang telah berjalan, dengan nilai mencapai 14,67 miliar dolar AS pada 2020.

Selain itu, di bidang ekonomi, Indonesia dan Malaysia telah menyepakati membuka koridor perjalanan internasional dalam waktu dekat melalui travel corridor arrangement.

PM Ismail dan Presiden Joko Widodo telah menyepakati untuk menugaskan para menteri terkait guna mengatur pembukaan koridor perjalanan antara kedua negara secara detail.

Menurut PM, Indonesia dan Malaysia sepakat membuka koridor perjalanan Kuala Lumpur-Jakarta dan sebaliknya, serta Kuala Lumpur-Denpasar dan sebaliknya.

“Mungkin awal ini kita mulakan dengan Kuala Lumpur-Jakarta-Kuala Lumpur, dan juga Kuala Lumpur-Bali-Kuala Lumpur. Jadi insya Allah jika dipercepatkan urusan untuk detailnya, kita bersetuju tadi supaya joint statement akan kita buat, untuk kita umumkan pembukaan border (perbatasan) antara Malaysia dengan Indonesia,” ujar Ismail Sabri.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here