
China ungkap tambahan bukti serangan siber oleh badan keamanan AS

Optics Valley China, atau Zona Pengembangan Teknologi Tinggi Danau Timur, yang berada di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, terkenal dengan rantai industri optoelektroniknya yang menarik perusahaan-perusahaan global di bidang serat optik, cip terintegrasi, dan layar tampilan (display). (Xinhua)
Serangan siber badan keamanan AS terhadap sebuah universitas China berasal dari kantor Tailored Access Operation (TAO) yang terafiliasi dengan NSA (National Security Agency).
Beijing, China (Xinhua) – China pada Selasa (27/9) merilis laporan investigasi baru yang mengungkap bukti tambahan yang menunjukkan bahwa Badan Keamanan Nasional (National Security Agency/NSA) Amerika Serikat (AS) berada di balik "ribuan serangan siber" terhadap sebuah universitas China.Dengan dukungan teknis dari sejumlah negara Eropa dan Asia Tenggara, para pakar China berhasil menelusuri kembali fitur teknis, senjata serangan, dan jalur yang digunakan dalam serangan siber terhadap Northwestern Polytechnical University China, menurut laporan yang diterbitkan oleh Pusat Respons Darurat Virus Komputer Nasional China melalui kolaborasi bersama perusahaan keamanan internet, 360.Mereka menemukan bahwa serangan tersebut berasal dari kantor Tailored Access Operation (TAO) yang terafiliasi dengan NSA, yang mengungkap celah teknis dan kesalahan operasionalnya sendiri selama serangan itu, lanjut laporan itu.Penyelidikan sebelumnya menemukan bahwa 41 jenis senjata siber digunakan oleh TAO dalam serangan siber terhadap universitas itu yang belum lama ini terungkap.Dari 41 jenis alat serangan siber, 16 di antaranya identik dengan senjata TAO yang dibeberkan oleh kelompok peretas ‘Shadow Brokers’, dan 23 memiliki 97 persen kesamaan genetik dengan senjata yang digunakan oleh TAO, urai laporan itu.Dua jenis alat lainnya harus digunakan bersama dengan senjata serangan siber lainnya milik TAO, lanjut laporan itu, menambahkan bahwa homologi senjata mengindikasikan seluruh senjata itu adalah milik TAO.Analisis teknis menemukan bahwa waktu kerja, bahasa dan kebiasaan perilaku, serta kesalahan operasi penyerang siber juga mengungkap keterkaitan mereka dengan TAO.Laporan itu merinci proses penyusupan TAO ke dalam jaringan internal universitas China tersebut. Pertama-tama, TAO menggunakan ‘FoxAcid’, platform serangan man-in-the-middle (MITM), untuk meretas server dan host computer internal universitas, lalu menguasai beberapa server utama dengan senjata kendali jarak jauh. Kemudian, TAO mengendalikan beberapa peralatan node jaringan penting termasuk router dan switch internal universitas, dan mencuri data autentikasi.Bersembunyi di server operasi dan pemeliharaan universitas, TAO mencuri beberapa fail konfigurasi utama dari peralatan jaringan, yang digunakan untuk ‘secara valid’ memantau sekumpulan peralatan jaringan dan pengguna internet.Tim investigasi China menemukan bahwa TAO merekam informasi pribadi beberapa orang dengan identitas yang sensitif di China Daratan. Informasi tersebut dikirim kembali ke markas NSA melalui beberapa jump server.Laporan itu mengatakan identitas sebenarnya dari 13 penyerang telah ditemukan.Mengungkap serangan siber badan keamanan AS terhadap universitas China secara terperinci, laporan tersebut dirilis untuk memberikan wawasan kepada negara-negara di seluruh dunia agar mereka dapat mengidentifikasi dan mencegah serangan dunia maya oleh TAO dengan lebih efektif.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS luncurkan jaringan penelitian untuk evaluasi teknologi baru skrining kanker
Indonesia
•
22 Feb 2024

Astronaut China lakukan pelatihan dan eksperimen penting di stasiun luar angkasa
Indonesia
•
14 Jan 2026

Medan magnet dekat semburan gelombang radio cepat terekam Teleskop FAST China
Indonesia
•
24 Sep 2022

Tim ilmuwan China kembangkan Teleskop Neutrino Bawah Air Energi Tinggi
Indonesia
•
06 Feb 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
