
Malaysia duduki peringkat teratas di Asia Tenggara terkait daya tarik investasi global

Orang-orang mengabadikan foto kembang api dalam perayaan hari kemerdekaan ke-68 Malaysia di dekat Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Agustus 2025. (Xinhua/Cheng Yiheng)
Malaysia menjadi tujuan investasi paling menarik di Asia Tenggara di antara emerging market lainnya, ditopang oleh kualitas kelembagaan yang kuat dan fondasi ekonomi yang kokoh.
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Malaysia menjadi tujuan investasi paling menarik di Asia Tenggara di antara emerging market lainnya, demikian menurut laporan Indeks Peluang Global (Global Opportunity Index/GOI) 2026 terbaru dari Milken Institute.
Laporan itu menempatkan Malaysia di peringkat ke-23 secara global, yang merupakan posisi tertinggi di kawasan Asia Tenggara di antara perekonomian-perekonomian berkembang di kawasan tersebut. Hal ini ditopang oleh kualitas kelembagaan yang kuat dan fondasi ekonomi yang kokoh.
Malaysia menonjol berkat konsistensinya di seluruh lima pilar GOI. Negara itu mencatat kinerja yang baik dalam pilar-pilar utama, menduduki peringkat ke-17 dalam Jasa Keuangan dan posisi ke-18 dalam Persepsi Bisnis.
GOI merupakan daftar pemeringkatan tahunan yang menilai 101 variabel di lima kategori, yaitu Persepsi Bisnis, Dasar Ekonomi, Jasa Keuangan, Kerangka Kerja Kelembagaan, serta Standar & Kebijakan Internasional. GOI menyoroti peran Asia Tenggara yang semakin meningkat dalam alokasi modal global.
Enam pasar pertumbuhan utama di kawasan itu menarik 8,2 persen dari total arus masuk modal ke perekonomian-perekonomian emerging dan berkembang antara 2021 hingga 2024, dengan investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) menyumbang 70 persen lebih dari arus masuk modal tersebut.
"Kisah pertumbuhan Asia Tenggara tetap menarik, namun para investor semakin selektif. Kami mengamati adanya pergeseran modal global yang terus berlanjut ke emerging market dengan pertumbuhan yang tinggi, dan Asia Tenggara merupakan penerima manfaat utama dari tren tersebut," tutur Matthew Aleshi, direktur Geoekonomi di Milken Institute yang juga salah satu penulis laporan tersebut.
Menurut Aleshi, negara-negara yang mampu menjaga kestabilan makroekonomi sembari memperdalam sistem keuangan dan memperkuat tata kelola mereka akan menduduki posisi terbaik untuk menarik investasi jangka panjang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga batu bara acuan Oktober naik, tembus 161,63 dolar AS per ton
Indonesia
•
06 Oct 2021

Pendapatan Coca-Cola lampaui estimasi meski volume turun pada Q3 2024
Indonesia
•
25 Oct 2024

China akan miliki 100.000 eVTOL untuk taksi dan penggunaan pribadi pada 2030
Indonesia
•
28 Nov 2024

Empat maskapai China beli 292 pesawat Airbus, buat Boeing kecewa
Indonesia
•
02 Jul 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
