
Buffett: AS harusnya tidak gunakan perdagangan sebagai senjata

Orang-orang berbelanja bahan makanan di sebuah toko di New York, Amerika Serikat, pada 28 Maret 2025. (Xinhua/Michael Nagle)
Investor miliarder Amerika Serikat Warren Buffett memperingatkan tentang tarif dan proteksionisme, menegaskan perdagangan seharusnya tidak menjadi senjata.
New York City, Amerika (Xinhua) – Investor miliarder Amerika Serikat (AS) Warren Buffett pada Sabtu (3/5) memperingatkan tentang tarif dan proteksionisme."Perdagangan seharusnya tidak menjadi senjata," ujar ketua dan CEO Berkshire Hathaway, Buffett, dalam pertemuan pemegang saham tahunan perusahaan itu, yang diadakan di Omaha, Nebraska."Menurut saya, adalah sebuah kesalahan besar jika Anda memiliki 7,5 miliar orang yang tidak terlalu menyukai Anda, dan Anda memiliki 300 juta orang yang berkoar-koar dengan berbagai cara tentang betapa bagusnya kinerja mereka – saya rasa itu tidak benar, dan saya rasa itu tidak bijaksana," ujar Buffett."Saya rasa semakin makmurnya bagian dunia lain, tidak akan merugikan kita, kita akan semakin makmur, dan kita akan merasa lebih aman, dan anak-anak kita juga akan merasakan hal yang sama suatu hari nanti," imbuh Buffett.Pendapatan operasional Berkshire Hathaway turun 14 persen menjadi 9,64 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2025, dengan kerugian lebih dari 700 juta dolar AS terkait dengan selisih kurs.*1 dolar AS = 16.493 rupiah"Hasil operasi periodik kami mungkin akan terpengaruh di masa depan oleh dampak dari peristiwa-peristiwa makroekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung, serta perubahan-perubahan pada faktor-faktor atau peristiwa-peristiwa yang spesifik pada industri atau perusahaan," ujar Berkshire Hathaway dalam laporan keuangan triwulanan yang dirilis pada Sabtu."Laju perubahan dalam peristiwa-peristiwa ini, termasuk kebijakan dan tarif perdagangan internasional, meningkat pada 2025. Ketidakpastian yang cukup besar masih ada terkait hasil akhir dari peristiwa-peristiwa ini," kata perusahaan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pelabuhan Tianjin di China catat 1,73 juta TEU ‘throughput’ peti kemas pada Januari
Indonesia
•
07 Feb 2023

Fokus Berita – Industri robot humanoid raih momentum, dorong perekonomian China
Indonesia
•
17 Jul 2024

Hong Kong berperan khusus berikan nilai tambah bagi anggota RCEP
Indonesia
•
11 Oct 2023

Minyak turun karena AS pertimbangkan rekor lepas cadangan strategis
Indonesia
•
31 Mar 2022


Berita Terbaru

LiuGong resmi bangun pabrik alat berat di Karawang, penuhi kebutuhan nasional 9.000 unit per tahun
Indonesia
•
23 Jul 2026

Tarif AS hantam industri Jerman, hampir 40 persen tunda investasi
Indonesia
•
23 Jul 2026

IEA sudah lepas 290 juta barel minyak, tetapi risiko pasokan global masih tinggi
Indonesia
•
22 Jul 2026

Disney PHK ratusan karyawan lagi, Pixar paling terdampak
Indonesia
•
22 Jul 2026
