Banner

Kemenkop siap kembangkan ekonomi syariah melalui koperasi

Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah (LPD) Al Bahjah Buya Yahya (tengah) dan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono (tiga dari kiri) foto bersama saat Wamenkop berkunjung ke Pondok Pesantren Al Bahjah di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (22/03). (Kementerian Koperasi RI)

Kemenkop mencatat pada data empirisnya bahwa koperasi syariah atau BMT (Baitul Maal wa Tamwil) yang didukung oleh koperasi pembiayaan syariah efektif dalam memerangi praktik rentenir dan pinjaman dengan margin tinggi.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan akan terus memberikan dukungan kepada upaya pengembangan ekonomi syariah melalui koperasi.

Salah satu dukungannya adalah dengan memberikan bantuan pembiayaan dengan skema syariah yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kepada BMT (Baitul Maal wa Tamwil) Al Bahjah di Kabupaten Cirebon.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengapresiasi peran Pondok Pesantren Al Bahjah dalam pengembangan ekonomi syariah melalui Koperasi BMT Al Bahjah, menurut Kementerian Koperasi dalam situs jejaringnya pada Senin (24/3).

Sebagai mitra LPDB, BMT Al Bahjah dinilai konsisten membangun ekonomi berbasis syariah dengan dibarengi dakwah yang sarat dengan nilai-nilai spiritual.

Banner

“Kami dari Kementerian Koperasi sengaja hadir untuk memberikan dukungan kepada Pondok Pesantren Al-Bahjah dan tentunya kami memuliakan Buya Yahya,” ujar Ferry Juliantono saat melakukan kunjungan kerja ke BMT Al Bahjah, Sabtu (22/03).

Turut mendampingi Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama LPDB Supomo, dan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana.

Data empiris Kemenkop mencatat bahwa koperasi syariah atau BMT yang didukung oleh koperasi pembiayaan syariah efektif dalam memerangi praktik rentenir dan pinjaman dengan margin tinggi.

Koperasi syariah juga terbukti mampu memberikan akses keuangan kepada masyarakat mikro dan ultra mikro dengan lebih baik.

“Value ini yang kemudian memberi semangat kepada BMT atau Koperasi Pembiayaan Syariah memiliki kekuatan energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang konvensional untuk bisa memerangi satu rentenir, memerangi pinjaman dengan margin yang sangat tinggi,” tambahnya.

Kopdes Merah Putih

Banner

Dalam kesempatan tersebut, Ferry Juliantono juga menyampaikan rencana pemerintah untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih di lingkungan Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Ferry berharap BMT Al-Bahjah mendampingi koperasi-koperasi lainnya dalam mengelola pembiayaan syariah.

“Tadi saya menyampaikan kepada Buya Yahya (Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah/ LPD) Al Bahjah untuk membantu kami membimbing Koperasi-koperasi yang akan didirikan sesuai dengan arahan pemerintah,” jelas Ferry.

Ferry berharap Alumni Pondok Pesantren Al-Bahjah yang telah tersebar di seluruh Indonesia juga diharapkan dapat turut berkontribusi dalam pengembangan koperasi desa ini.

Target pengembangan Koperasi Desa ini adalah mengembangkan kegiatan operasional yang komprehensif, termasuk pengelolaan retail, apotek, klinik desa, transportasi, dan pergudangan.

Terkait target pembentukan Koperasi Desa secara nasional, Ferry Juliantono menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, diharapkan pada bulan Juli mendatang sudah terbentuk di hampir 70 ribu desa di seluruh Indonesia.

Kemenkop akan menggunakan tiga pendekatan dalam pengembangan koperasi desa, yaitu revitalisasi koperasi yang sudah ada dan baik,

Banner

revitalisasi koperasi yang belum maju, serta pembentukan koperasi baru di desa yang belum memiliki koperasi.

“Melalui kunjungan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah (LPD) Al Bahjah Buya Yahya siap memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menyukseskan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih khususnya koperasi syariah.

Menurut Buya Yahya selain mengusung spirit (semangat) kebaikan,  koperasi syariah menjadi bagian dalam pembangunan ekonomi umat.

“Kita imbau siapapun untuk bisa bergabung untuk bisa menjadi lebih syariah. Kami ingin menjaring orang sebanyak-banyaknya untuk bergabung di sini (koperasi),” ujar Buya.

Laporan: Redaksi

Banner

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner

Iklan